PURWOREJO, epurworejo.com – Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-XII sekaligus Wisuda Pascasarjana ke-I pada Sabtu, (9/5/2026) Dalam momen bersejarah ini, Rektor IAI An-Nawawi, Hj. Ashfa Khoirunnisa, M.Si., menegaskan kesiapan institusi untuk bertransformasi menjadi universitas.
Acara yang digelar dalam Sidang Senat Terbuka ini meluluskan total 162 wisudawan. Tonggak sejarah ditandai dengan hadirnya 2 lulusan pertama dari Program Magister (S2), bersanding dengan 160 lulusan program Sarjana.
Dalam sambutannya, Hj. Ashfa Khoirunnisa menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren memiliki tanggung jawab besar yang melampaui sekadar menjaga tradisi. Ia menyatakan bahwa IAI An-Nawawi harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menjadi pusat inovasi.
“Kami percaya bahwa pesantren tidak boleh hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi creator of civilization (pencipta peradaban). Pesantren harus mampu tampil sebagai kekuatan yang adaptif, inovatif, dan progresif tanpa kehilangan ruh dan jati dirinya,” ujar Hj. Ashfa Khoirunnisa.
Rektor juga mengungkapkan bahwa kampus saat ini tengah menempuh langkah strategis untuk melakukan transformasi kelembagaan menjadi universitas. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini bukan sekadar formalitas pergantian nama, melainkan pergeseran visi dan budaya kerja yang lebih berdampak luas.
“Hal ini bukan sekadar perubahan identitas, tetapi bagian dari upaya memperkuat branding, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusi lembaga dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan global,” jelasnya.
Sebanyak 162 lulusan yang diwisuda kali ini berasal dari berbagai fakultas, di antaranya, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 70 wisudawan, Fakultas Syariah, 48 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 31 wisudawan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 11 wisudawan serta Program Magister: 2 wisudawan.
Menutup orasinya, Rektor berpesan kepada para lulusan agar tidak takut menghadapi masa depan yang penuh kejutan. Beliau berharap para alumni mampu menjadi agen perubahan yang memiliki kesadaran diri tinggi (Gnōthi seauton) dan terus belajar untuk membuka pintu peradaban melalui penguasaan bahasa dan jaringan.








