PURWOREJO, epurworejo.com – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa hanya bertumpu pada kekayaan alam, melainkan harus diperkuat dengan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Purworejo di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPwr, Sabtu (7/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dion mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan bangsa yang hanya mengandalkan sumber daya alam akan menghadapi tantangan ketika kekayaan alam mulai menipis.
Menurutnya, sejak dahulu Nusantara menjadi incaran bangsa asing karena kekayaan rempah-rempah seperti pala, sementara saat ini eksploitasi beralih pada timah, nikel, dan berbagai sumber daya tambang lainnya. Karena itu, ia menilai pembangunan kualitas manusia menjadi kunci utama kemajuan bangsa di masa depan.
“Sebuah bangsa yang besar harus ditopang dengan sumber daya manusia dan peradaban yang besar pula,” kata Dion.
Ia berharap para lulusan UMPwr menjadi insan terpelajar yang mampu berpikir adil, memiliki integritas, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bangsa Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi harus mengandalkan sumber daya manusianya yang maju,” tandasnya.
Acara wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Purworejo, pimpinan perguruan tinggi swasta, mitra perbankan, Badan Pembina Harian (BPH) UMPwr, jajaran senat universitas, serta keluarga wisudawan.
Rektor UMPwr Teguh Wibowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda dan keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi di UMPwr.
“Gelar akademik yang Saudara sandang bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Pada periode ini, UMPwr mewisuda sebanyak 211 lulusan yang terdiri atas 118 perempuan dan 93 laki-laki dari berbagai program studi sarjana dan magister.
Program Studi Manajemen menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 47 wisudawan, disusul Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 31 wisudawan, Hukum 23 wisudawan, Teknologi Informasi 19 wisudawan, dan Agribisnis 15 wisudawan.
Selain itu, sebanyak 77 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Beberapa lulusan terbaik di antaranya Mahendra Nugraha dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 4,00 serta sejumlah mahasiswa lain dari berbagai program studi yang mencatatkan prestasi akademik membanggakan.
UMPwr juga memberikan perhatian terhadap pendidikan inklusif dengan mewisuda dua mahasiswa difabel netra, yakni Udin Prasojo dan Umi Musfiroh dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa.
Keduanya berhasil lulus melalui jalur alternatif karya cipta yang telah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Udin menyelesaikan studi melalui karya aransemen berjudul Netra Rasa, sedangkan Umi melalui karya cipta lagu Rebab Tanpa Kawat.
Dalam pidatonya, Rektor juga menyoroti kondisi dunia yang tengah menghadapi krisis global akibat konflik geopolitik internasional yang berdampak pada ekonomi, energi, hingga ketidakpastian dunia kerja. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus siap menghadapi era disrupsi dan kompetisi global.
“Tantangan global harus dijawab dengan kesiapan kompetensi, ketahanan mental, dan moral keislaman. Jadilah problem solver, innovator, dan leader,” tegasnya.
Rektor turut menekankan pentingnya efisiensi energi dan penguatan sumber daya manusia di tengah ancaman krisis energi dunia. (*)








