PURWOREJO, epurworejo.com — Semangat dakwah kemanusiaan dan gerakan perempuan berkemajuan terasa begitu kuat dalam Pembukaan Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo yang digelar di Komplek Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu-Ahad(9-10/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Purworejo itu berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat, organisasi perempuan, kader Muhammadiyah-’Aisyiyah, hingga jajaran pemerintah daerah.
Momentum Milad ke-109 tahun Hijriah tersebut mengusung semangat “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, tema yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai refleksi atas berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus semarak. Sejak pagi, kawasan Pendopo Kabupaten dipenuhi peserta yang mengenakan atribut khas organisasi. Kehadiran ibu-ibu kader ’Aisyiyah dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting menambah semangat kebersamaan dalam perayaan milad organisasi perempuan Islam tertua di Indonesia tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti yang diwakili staf ahli, Wakil Bupati Purworejo, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD se-Kabupaten Purworejo, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo Drs. H. Pujiono beserta jajaran, organisasi perempuan se-Kabupaten Purworejo, hingga para tokoh masyarakat.
Selain itu hadir pula para narasumber kegiatan seperti dr. H. Agus Taufiqqurohman, Ustaz H. Saijan, S.Ag., M.Si., dan dr. Sulis, Sp.A. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap gerakan dakwah sosial dan kemanusiaan yang terus dijalankan oleh ‘Aisyiyah di Kabupaten Purworejo.
Tidak Sekadar Seremonial
Ketua PDA Purworejo, Nur Ngazizah, dalam sambutannya menegaskan bahwa rangkaian Milad ke-109 bukan hanya agenda seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui gerakan nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan telah dimulai sejak beberapa hari sebelum puncak acara digelar. Salah satunya melalui program Safari KB yang bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan dilaksanakan di RSU ’Aisyiyah Purworejo serta sejumlah titik di tingkat kecamatan.
“Saya melaporkan bahwa rangkaian Peringatan Milad ’Aisyiyah ke-109 di Purworejo ini tidak hanya sekadar seremonial. Rangkaian kegiatan telah kita mulai dari gerakan nyata di masyarakat. Pada tanggal 7 Mei yang lalu, alhamdulillah kita telah sukses menyelenggarakan program Safari KB yang terselenggara atas kerja sama yang apik dengan Ikatan Bidan Indonesia bertempat di RSU ’Aisyiyah dan terus berlanjut ke titik-titik di tingkat kecamatan,” ujar Nur Ngazizah.
Ia menjelaskan, puncak peringatan Milad dan Hari Ber-’Aisyiyah digelar selama dua hari, yakni Sabtu hingga Ahad (9–10 Mei 2026) di kawasan Alun-alun dan Pendopo Kabupaten Purworejo. Berbagai agenda disiapkan untuk menguatkan syiar dakwah sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Acara dua hari ini dipenuhi dengan muatan ilmu dan karya nyata, mulai dari tabligh akbar, seminar kesehatan, hingga 12 cabang perlombaan yang diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak kita,” katanya.
Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan bertujuan mempererat ukhuwah dan silaturahmi antaranggota ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo sehingga tercipta kebersamaan dan semangat dakwah yang semakin kuat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan semangat bermuhammadiyah dan ber-’Aisyiyah dalam mewujudkan perempuan Islam yang berkemajuan, berakhlak mulia, dan aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
Dakwah Kemanusiaan untuk Perdamaian
Dalam sambutannya, Nur Ngazizah menekankan bahwa tema Milad ke-109 sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Menurutnya, dunia sedang menghadapi berbagai tantangan berupa konflik, kekerasan, hingga krisis kemanusiaan yang rentan berdampak pada perempuan dan anak.
“Melalui tema ini, ’Aisyiyah ingin menegaskan kembali bahwa Islam adalah agama rahmatan lil-‘alamin, agama yang menebar kedamaian. Dan dalam hal ini, perempuan adalah aktor krusial dalam mewujudkan perdamaian tersebut,” tuturnya.
Ia menyebut dakwah kemanusiaan yang dijalankan ’Aisyiyah tidak hanya berhenti di mimbar ceramah, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal itu ditunjukkan melalui sejumlah agenda penting yang dilaksanakan dalam pra-acara pembukaan Milad, seperti pengukuhan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ’Aisyiyah, pengukuhan Korps Mubalighat ’Aisyiyah, peresmian Day Care Lansia ’Aisyiyah, hingga pencanangan Desa Sehat Mandiri ’Aisyiyah.
“Pengukuhan Posbakum ’Aisyiyah dilakukan untuk memastikan tegaknya keadilan dan perlindungan hukum bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Kemudian Korps Mubalighat menjadi garda terdepan pencerah umat yang membawa pesan-pesan Islam yang sejuk dan damai,” katanya.
Sementara Day Care Lansia dihadirkan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para lanjut usia. Adapun program Desa Sehat Mandiri ’Aisyiyah diarahkan untuk memperkuat ketahanan kesehatan berbasis keluarga dan masyarakat.
“Inilah wajah Islam yang berkemajuan. Ketika kita mendidik anak-anak kita, menjaga ibu hamil dan balita dari tengkes atau stunting melalui ketahanan pangan B2SA, hingga merawat para lansia, semuanya adalah wujud nyata dakwah kemanusiaan untuk membangun perdamaian,” lanjutnya.
Kelola Puluhan Amal Usaha
Pada kesempatan tersebut, PDA Purworejo juga memaparkan perkembangan amal usaha yang saat ini dikelola organisasi. Hingga 2026, ‘Aisyiyah Purworejo menaungi 42 lembaga PAUD yang terdiri atas TPA, Kelompok Bermain, dan TK ’Aisyiyah.
Selain itu, organisasi tersebut juga memiliki satu SD ’Aisyiyah di Loano dan satu Rumah Sakit Umum ’Aisyiyah yang terus berkembang melayani masyarakat.
Ruang-ruang pendidikan itu didukung oleh 170 guru yang mendidik sekitar 1.700 murid PAUD dan 74 murid SD.
“Pada kesempatan yang mulia ini, dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon doa restu dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian. Semoga seluruh amal usaha ’Aisyiyah di Purworejo senantiasa diberikan kemajuan dan terus berkontribusi mencerdaskan bangsa,” ucap Nur Ngazizah.
Ia juga menegaskan kesiapan ’Aisyiyah untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi perempuan dalam membangun Kabupaten Purworejo.
“Kami menegaskan bahwa ’Aisyiyah siap bergandeng tangan membangun Kabupaten Purworejo. Kami siap berkolaborasi dengan seluruh OPD dan berbagai organisasi perempuan lainnya untuk mendukung program-program pemerintah daerah, utamanya dalam mengarusutamakan dakwah kemanusiaan dan merawat perdamaian,” katanya.
Apresiasi dari Muhammadiyah
Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan dan semangat gerakan ’Aisyiyah di Kabupaten Purworejo.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih menunjukkan bahwa organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Pada momentum Milad ke-109 ini, kami dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo merasa bangga dan bersyukur. ’Aisyiyah Purworejo tampil sangat progresif, penuh semangat, dan bergerak cepat dalam menghadirkan kemanfaatan untuk umat,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut geliat dan capaian ’Aisyiyah saat ini dapat menjadi inspirasi bagi gerakan Muhammadiyah untuk terus berkembang dan berbenah.
“Bahkan dalam banyak hal, geliat dan capaian ’Aisyiyah hari ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi gerakan Muhammadiyah sendiri agar terus berbenah dan bergerak lebih maju,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Pujiono menilai kekuatan utama ’Aisyiyah terletak pada ketulusan dalam berkhidmat, disiplin organisasi, dan kemampuan menjaga kebersamaan sehingga program-programnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami melihat semangat para kader ’Aisyiyah begitu hidup. Kegiatan-kegiatannya tertata, gerakannya nyata, dan dampaknya terasa. Ini merupakan aset besar bagi persyarikatan,” ujarnya.
Ia berharap Milad ke-109 menjadi momentum penting untuk semakin meneguhkan peran ’Aisyiyah sebagai pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan di Kabupaten Purworejo.
Dukungan Pemerintah Kabupaten
Pemerintah Kabupaten Purworejo juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kiprah ‘Aisyiyah dalam membangun masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti yang dibacakan staf ahli, pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat Milad ke-109 kepada seluruh keluarga besar ’Aisyiyah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Purworejo, saya menyampaikan selamat Milad ke-109 ’Aisyiyah. Semoga terus konsisten menebar semangat dakwah kemanusiaan dan nilai-nilai perdamaian di Indonesia,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Pemerintah daerah menilai selama lebih dari satu abad, ’Aisyiyah telah hadir melalui berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat dan dakwah kemanusiaan yang membawa manfaat besar bagi bangsa.
“Peran perempuan, terutama kader ’Aisyiyah, sangat strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang sejahtera di seluruh negeri, termasuk juga di Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini,” lanjut sambutan itu.
Bupati juga menyoroti kontribusi besar kader-kader ’Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Dari tangan-tangan ’Aisyiyah telah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Mereka mendidik dengan kasih, menguatkan dengan keteladanan, dan menanamkan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap ’Aisyiyah semakin kuat dalam menjalankan peran keagamaan dan sosial yang membawa nilai-nilai rahmatan lil-‘alamin sejalan dengan visi Kabupaten Purworejo yang religius.
“Semoga ’Aisyiyah senantiasa menjadi pelopor gerakan perempuan yang mencerahkan, menguatkan, dan menghadirkan perdamaian bagi umat, bangsa, dan Kabupaten Purworejo,” demikian sambutan tersebut.
Yudhi Agung Prihatno Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi dan harapan kepada Aisyiyah untuk selalu berkomitmen membangung bangsa melalui berbagai bidangnya. “Kita mengapresiasi rangkaian kegiatan miladAisyiyah ke 109 luar biasa. Kegiatan hari ini melihatkan bahwa Aisyiyah tidak hanya sekedar konseptual tetapi bagaimana berdampak nyata. Terbukti hari ini dengan berkumpulnya sebegitu banyak PAUD di bawahAisyiyah kemudian berbagai kegiatan yang ada membuktikan bahwa peran Aisyiyah di bidang pendidikan atau di bidang kemasyarakatan atau perempuan ini sangat luar biasa. HarapannyaAisyiyah tentu bagaimana yang sudah berjalan saat ini tidak hanya sebagai organisasi yang fokus di dakwah juga pada pendidikan perempuan anak-anak yang bagaimana akan sangat membentuk generasi emas 2045” ungkap Yudhi.
Semarak dan Penuh Antusiasme
Selain rangkaian seremoni, pembukaan Milad ke-109 juga diramaikan dengan berbagai penampilan, bazar, dan perlombaan yang melibatkan ibu-ibu serta anak-anak dari berbagai daerah di Purworejo.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hingga siang hari. Banyak warga memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti berbagai agenda edukatif dan religius yang telah disiapkan panitia.
Resepsi Milad ke 109 pada Ahad 10 Mei 2026
Semakin ramai dengan agenda Ahad 10 Mei 2026 dengan berbagai rangkaian resepsi Milad Aisyiyah 109 ini. Diawali dengan sambutan dari hadirnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan. Diserahkan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada guru TK KB PAUD se- Kabupaten Purworejo, Penyerahan apresiasi untuk guru PAUD, Penyerahan bantuan dari Pimpinan DaerahAisyiyah Kabupaten Purworejo kepada difabel dan dhuafa, Tampilan Lagu Bunda oleh Murid TK ABA serta penyerahan tanda cinta untuk kepala dinas, Pelepasan merpati sebagai simbolis milad `Aisyiyah peduli dan cinta akan lingkungan.
Tamu undangan seluruhnya ikut melakukan flashmob bendera merah putih dan bendera Aisyiyah, Gerak dan lagu pandu HW PAUDAisyiyah. Dilanjutkan dengan senam massal (senam anak indonesia hebat) bersama murid TK KB PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo di Lapangan dengan penuh semangat walau kondisi panas. Kemudian dilakukan pembentangan spanduk harapan simbolis tanda cinta anak-anak untukAisyiyah.
Sesi selanjutnya murid-murid mengikuti dongeng anak yang disampaikan oleh Kak Ahmad Damar dengan penuh antusias yang menyampaikan kisah tentang perjuangan guru-guru Aisyiyah dalam proses pendidikan murid di lembaga TK KB PAUDAisyiyah.
Pada sesi terakhir dilakukan pembagian hasil kejuaraan yang telah dilombakan pada Sabtu 9 Mei 2026 oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Purworejo kepada para juara yang berasal dari murid, guru, Pimpinan CabangAisyiyah se-Kabupaten Purworejo yang berhasil dengan penilaian terbaiknya.
Semarak Milad ke-109 menjadi bukti bahwa ‘Aisyiyah tetap eksis dan relevan sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman melalui dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan usia organisasi, Milad ke-109 juga menjadi penegasan bahwa gerakan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang damai, religius, dan berkeadaban. Dengan semangat kolaborasi dan dakwah kemanusiaan, ’Aisyiyah Purworejo terus meneguhkan langkahnya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.








