Saat Reses, KH Amat Tawabi Serap Aspirasi Petani hingga Usulan Penerangan Jalan di Desa

Masyarakat mengikuti reses yang diadakan KH Amat Tawabi di gedung MWCNU Kecamatan Butuh.

BUTUH, epurworejo.com – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PPP, KH Amat Tawabi, menggelar reses masa persidangan kedua tahun 2026 pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Purworejo 4 yang meliputi Kecamatan Kutoarjo, Butuh, dan Grabag berhasil dihimpun.

Salah satu agenda reses dilaksanakan di Gedung MWCNU Butuh. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana peserta dan wakil rakyat yang hadir berdiskusi secara lesehan sehingga komunikasi antara masyarakat dan anggota DPRD berjalan lebih terbuka.

Dalam dialog tersebut, persoalan sektor pertanian menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga. Masyarakat mengeluhkan masih adanya kelangkaan pupuk pada saat musim tanam dan ketika kebutuhan petani meningkat.

“Pada saat petani membutuhkan pupuk, di beberapa titik masih terjadi kelangkaan. Kondisi ini tentu menjadi kendala bagi petani dalam mengelola lahan pertanian mereka,” ungkap salah satu peserta reses.

Selain masalah pupuk, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Menurut mereka, keberadaan irigasi yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama pada musim kemarau.

Aspirasi lain yang mengemuka adalah kebutuhan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kabupaten yang melintasi desa-desa. Warga menilai minimnya penerangan jalan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan serta aktivitas masyarakat pada malam hari.

Baca Juga :  Ajeng Dewi Serap Aspirasi Warga Banyuasin Separe Loano

Menanggapi berbagai masukan tersebut, KH Amat Tawabi menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dan tindak lanjut di DPRD Kabupaten Purworejo. Menurutnya, reses merupakan kesempatan penting untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.

“Berbagai usulan dan keluhan yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Harapannya, kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pertanian dan infrastruktur dasar, dapat memperoleh perhatian dari pemerintah daerah,” kata Amat Tawabi, Selasa (2/6/2026).

Ia menambahkan, sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah Kutoarjo, Butuh, dan Grabag. Karena itu, persoalan ketersediaan pupuk maupun perbaikan jaringan irigasi perlu mendapatkan perhatian serius agar produktivitas petani tetap terjaga.

Melalui kegiatan reses tersebut, KH Amat Tawabi berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik sehingga pembangunan di Kabupaten Purworejo semakin tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga. (*)