PURWODADI, epurworejo.com – Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Purworejo menjadi sasaran kegiatan reses masa persidangan kedua anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs Subeno, Minggu (28/5/2026).
Reses yang digelar di Dapil 2 meliputi wilayah Purwodadi, Ngombol, dan Bagelen itu dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, karang taruna, hingga warga sekitar. Dalam sambutannya, Kid Hamzah Panggung S menyampaikan bahwa Desa Ketangi selama ini banyak mendapatkan bantuan aspirasi sejak tahun 2010, khususnya dari kader PDI Perjuangan.
“Kami berharap pertemuan ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah hadir dan meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi dalam acara reses ini,” ujarnya.
Subeno menjelaskan bahwa reses merupakan tugas anggota DPRD yang dilaksanakan di luar gedung dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen di daerah pemilihannya.
Tujuannya adalah menyerap dan menampung aspirasi masyarakat agar bisa diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.
“Reses menjadi sarana silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Dulu dana hibah aspirasi bisa mencapai Rp1,5 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp600 juta sehingga harus benar-benar tepat sasaran,” jelas Subeno.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan. Ambyah meminta agar irigasi dari Keduren menuju Ketangi segera diperbaiki karena kondisinya dinilai penting untuk mendukung pertanian warga.
Sementara itu, Priyono dari Kelompok Tani Bumi Sari mengusulkan bantuan mesin diesel dan pompa air guna menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Aspirasi lain datang dari Purwadi yang meminta perbaikan jalan poros desa penghubung Ketangi dengan Bragolan karena menjadi akses utama masyarakat sehari-hari.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Subeno menyatakan siap membantu secara bertahap sesuai kemampuan dan skala prioritas. Bahkan untuk mendukung kegiatan masyarakat, dirinya siap memberikan bantuan 20 sak semen sebagai pemantik agar tumbuh swadaya masyarakat.
“Saya siap membantu 20 sak semen. Harapannya ini bisa menjadi pemantik semangat gotong royong dan swadaya masyarakat untuk pembangunan desa,” jelas Subeno. (*)








