PURWOREJO, epurworejo.com – Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo membuka pelatihan pembuatan kue bagi anggota Muslimat NU di Aula Pondok Pesantren Al Faham Purworejo, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti 16 peserta dari wilayah Kecamatan Purworejo.
Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, H. Much Dahlan SE turut hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat roti dan kue yang nantinya dapat dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pelatihan ini untuk menambah ilmu dan keterampilan membuat roti serta kue. Harapannya dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk mengembangkan usaha dan membantu menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah peserta memang dibatasi hanya 16 orang karena keterbatasan kuota pelatihan. Meski demikian, program tersebut dinilai penting karena memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi produktif.
Much Dahlan mengatakan, pelatihan serupa merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja. Selain pelatihan pembuatan kue bagi Muslimat, dalam waktu dekat juga akan digelar pelatihan menjahit bagi anggota Fatayat yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cangkrep.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Purworejo yang membidangi sektor ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat, Much Dahlan berharap ke depan pelatihan tidak hanya berhenti pada pemberian materi dan praktik keterampilan semata.
“Kami berharap ke depan pelatihan tidak hanya melatih peserta, tetapi juga ada dukungan bantuan peralatan untuk kelompok-kelompok peserta. Dengan begitu keterampilan yang sudah diperoleh bisa langsung diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha,” katanya.
Selain bantuan peralatan, ia juga mendorong adanya pendampingan dalam aspek pemasaran produk, termasuk pengemasan hasil produksi agar memiliki daya saing di pasaran.
“Kalau produk kue ini nantinya bisa dipasarkan dengan baik, tentu perlu dipikirkan juga kemasan dan strategi pemasarannya. Jadi pelatihan benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Much Dahlan, usulan pelatihan tersebut berasal dari aspirasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah. Ia berharap pada tahun-tahun mendatang dukungan anggaran dapat lebih ditingkatkan sehingga program pelatihan bisa disertai bantuan sarana usaha bagi para peserta. (*)








