Program Inovasi Duta Genre Jateng Dapat Apresiasi Menteri Wihaji di Purworejo

PURWOREJO, epurworejo.com – Inovasi yang digagas Duta Generasi Berencana (Genre) Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat menghadiri kegiatan di Kampus Institut Agama Islam An Nawawi Purworejo, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Genre Jawa Tengah 2025, Arya Fatih, memperkenalkan program Senandung Asa, sebuah gerakan kolaboratif Genre DIY-Jawa Tengah yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Arya menjelaskan, Senandung Asa memiliki sejumlah program unggulan yang berfokus pada ruang inklusif, pencegahan stunting, serta pelibatan remaja secara bermakna melalui penyusunan policy brief yang ditujukan kepada kepala daerah di Jawa Tengah.

“Kami juga memperkenalkan prototipe Senandung Asa yang membantu anak-anak disabilitas mental dalam mengatasi gangguan ketantruman. Dari 30 responden yang mengikuti program ini, sekitar 92 persen menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya.

Selain itu, Duta Genre Jawa Tengah 2025 lainnya, Naura Adi Putri, turut memaparkan program Rehabilitasi (Remaja Harapan Bangsa Lewat Partisipasi Aksi) yang fokus pada penanganan kesehatan mental remaja.

Menurut Naura, program tersebut telah diadvokasikan dan dijalankan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Salah satu hasil nyatanya berupa produk ecoprint yang dibuat oleh remaja dengan gangguan kesehatan mental sebagai sarana pemberdayaan dan terapi kreatif.

Baca Juga :  Rumah Terbakar di Plaosan, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 100 Juta

Tak hanya itu, Genre Jawa Tengah juga mengembangkan gerakan sosial melalui penjualan tote bag selama tiga tahun terakhir, dengan 10 persen hasil penjualannya disalurkan untuk program penanganan stunting.

“Program rehabilitasi ini tidak hanya menyasar pelajar, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), maupun masyarakat umum. Kami juga hadir di Sekolah Rakyat, rumah tahanan, hingga lembaga pemasyarakatan untuk membantu penanganan kesehatan mental remaja,” jelasnya.

Naura mengaku senang karena program yang mereka jalankan mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Menteri Wihaji.

“Kami sangat senang karena program ini diapresiasi dengan sangat baik oleh Bapak Menteri. Bahkan apresiasi yang diberikan tidak hanya secara verbal, tetapi juga dalam bentuk dukungan nyata,” katanya.

Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari Genre Jawa Tengah dapat diperluas ke tingkat nasional sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak remaja di seluruh Indonesia, termasuk kelompok disabilitas, penyandang HIV/AIDS, hingga remaja yang berada di rutan dan lapas.

“Harapannya program-program ini tidak berhenti di Jawa Tengah saja, tetapi bisa diterapkan di seluruh Indonesia karena tujuan utamanya adalah membantu dan mendampingi remaja agar memiliki masa depan yang lebih baik,” jelasnya. (*)