Puskesmas Banyuasin Diusulkan Jadi Fasilitas Kesehatan Strategis Perbatasan Purworejo-DIY

LOANO, epurworejo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan lapangan ke UPT Puskesmas Banyuasin di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Jumat (17/07/2026). Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Ivan Fatchan Gani Wardhana SE MM diikuti Sekretaris Much Dahlan SE, Sekar Ati Argorini, Erwin Sulistiyani, Akhmad Afif, Nur Hidayat Pramudyanto, Timbul Susilo dan Muharomah dilakukan untuk memastikan kondisi riil puskesmas yang diusulkan menjadi prioritas pembangunan melalui APBD Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2027.

Ivan Fatchan Gani Wardana menyebut, peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari proses pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027. Hasil peninjauan menunjukkan bangunan Puskesmas Banyuasin memang sudah tidak lagi memadai sehingga layak menjadi prioritas pembangunan.

Sementara Much Dahlan mengatakan usulan pembangunan Puskesmas Banyuasin sebenarnya telah disampaikan sejak tahun 2024. Namun, rencana tersebut baru mulai mendapatkan alokasi pada pembahasan APBD 2027.

“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi Puskesmas Banyuasin. Setelah melihat di lapangan, memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak. Usulan pembangunan ini sudah sejak tahun 2024 dan insyaallah akan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Saat ini masih dalam tahap pembahasan KUA-PPAS sebelum nantinya dibahas di Komisi IV dan Badan Anggaran DPRD,” kata Dahlan.

Baca Juga :  Jalan Poros Semono Menuju Durensari-Semagung Yang Longsor Butuh Penanganan

Dahlan menegaskan Komisi IV mendukung penuh pembangunan Puskesmas Banyuasin karena dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah utara Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, pembangunan puskesmas dengan nilai anggaran sekitar Rp7 miliar tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas rawat inap sehingga mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan.

“Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar. Nantinya Puskesmas Banyuasin tidak hanya melayani masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi fasilitas kesehatan yang strategis karena berada di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan DIY,” lanjutnya.

Selain itu, keberadaan Puskesmas Banyuasin dinilai akan semakin penting seiring pengembangan kawasan Badan Otorita Borobudur (BOB), Wilayah Desa Sedayu yang berbatasan diproyeksikan menjadi jalur penunjang sektor pariwisata tersebut, terlebih dengan rencana pelebaran akses jalan Tumbakanyar- Banyuasin Kembaran.

Much Dahlan menilai peningkatan infrastruktur jalan yang terhubung dengan kawasan BOB akan berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, ketersediaan layanan kesehatan yang representatif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Dengan berkembangnya kawasan BOB dan adanya rencana pelebaran jalan, tentu mobilitas masyarakat akan semakin tinggi. Kehadiran Puskesmas Banyuasin yang lebih representatif akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat maupun pengguna jalur tersebut,” kata Dahlan. (*)