PURWOREJO, epurworejo.com – LPK/LKP Surya Utama mewisuda 40 peserta Pawiyatan MC Panata Acara Merdharsabda Tahun 2026 dalam acara Purnawiyata I yang digelar di Gedung Kesenian Purworejo, Minggu (12/7/2026). Para wisudawan dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan sebagai MC Panata Acara berbahasa Jawa.
Pimpinan LPK/LKP Surya Utama, Priyo Harimurti, mengatakan purnawiyata ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang mampu menjaga dan melestarikan budaya Jawa melalui profesi panata acara.
“Kami berharap seluruh wisudawan mampu menjadi panata acara yang profesional, berkarakter, sekaligus menjadi duta pelestari budaya Jawa di tengah masyarakat. Mereka memiliki tanggung jawab untuk ikut nguri-uri kabudayan Jawa agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Priyo, penyelenggaraan pawiyatan tahun ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan oleh siapa saja. Hal itu ditunjukkan dengan keberhasilan tiga peserta tunanetra yang mampu menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan hingga dinyatakan lulus bersama peserta lainnya.
“Semangat belajar dan melestarikan budaya tidak mengenal keterbatasan. Kami bangga karena para peserta tunanetra mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Surya Utama juga memberikan penghargaan kepada dua wisudawan, Endro dan Eliata Ryan Paramudita, atas dedikasi dan kreativitas mereka sebagai pencipta tembang Macapat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi keduanya dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya Jawa.
Prosesi purnawiyata turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Ketua Forum Pengelola LKP Kabupaten Purworejo, Ketua HARPI Melati Purworejo, para pamong dan pengajar LPK Surya Utama, yakni Priyo Harimurti, Haji Riyanto, S.Pd., Suherman, S.Pd., Sudi Utomo, S.Sos., Danang Wahyu Nugroho, S.Pd., budayawan Ki Anom Sucondro, S.H., serta Sugiyanto dari DPC Pertuni Purworejo.
Usai prosesi wisuda, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Budaya bersama Ki Anom Sucondro, S.H. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keluhuran budaya Jawa, etika bertutur, serta peran seorang MC Panata Acara dalam mempertahankan adat dan tradisi di tengah arus modernisasi.
Priyo berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pawiyatan dapat diterapkan di masyarakat sehingga para lulusan tidak hanya memiliki keterampilan sebagai pembawa acara adat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa untuk generasi mendatang.(*)








