KALIGESING, epurworejo.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di SMP Negeri 39 Purworejo berlangsung berbeda. Tidak hanya menggelar upacara bendera, sekolah juga mengajak para siswa mengenal budaya melalui berbagai aktivitas kreatif sebelum ditutup dengan Seminar Anak bertajuk Bermimpi Menjadi Anak Hebat yang digelar di Aula SMPN 39 Purworejo, Desa Sudorogo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026).
Kepala SMPN 39 Purworejo, F. Sugeng Subagyo, S.Pd., M.Si., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut sengaja dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami makna Hari Anak Nasional, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Setelah upacara bendera, anak-anak kami ajak beraktivitas. Siswi membuat songkok dari daun-daun kering, seperti daun nangka dan daun durian. Sedangkan siswa membuat jaranan dari pelepah atau gedebog pisang. Dari hal-hal sederhana inilah kami ingin menumbuhkan cinta budaya,” katanya.
Sugeng menjelaskan, tanggal 23 memiliki makna khusus bagi SMPN 39 Purworejo. Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya sekolah yang diperingati setiap 23 September, seluruh siswa mengenakan pakaian adat Jawa setiap tanggal 23.
“Kami ingin anak-anak tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mencintai budaya. Memakai pakaian adat Jawa menjadi simbol bahwa identitas budaya harus terus dijaga,” ujarnya.
Menurut Sugeng, kecintaan terhadap budaya tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Justru melalui kegiatan sederhana, karakter dan kepedulian terhadap warisan budaya dapat tumbuh sejak dini.
“Dari hal sederhana tumbuh cinta budaya. Anak-anak belajar bahwa budaya adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus dilestarikan,” imbuhnya.
Usai kegiatan kreatif, seluruh peserta mengikuti Seminar Anak bertema Bermimpi Menjadi Anak Hebat. Dalam seminar tersebut, Sugeng mengajak para siswa untuk berani memiliki mimpi besar meski berasal dari lingkungan yang sederhana.
“Kami berharap anak-anak berani bermimpi menjadi anak hebat sesuai bakat dan minatnya. Menjadi anak hebat bukan semata-mata soal kepintaran, tetapi bagaimana mereka memiliki karakter, berprestasi, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
Sugeng menegaskan, terdapat tiga pilar utama yang harus dimiliki setiap anak hebat, yakni berkarakter, berprestasi, dan bermanfaat. Karakter diwujudkan melalui sikap percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Prestasi dapat diraih baik di bidang akademik maupun nonakademik sesuai potensi masing-masing. Sedangkan bermanfaat berarti mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Lanjutnya, seminar tersebut diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN 39 Purworejo serta mengundang siswa kelas VI dari sekolah dasar di sekitar sekolah, yakni SD Negeri Ngaran sebanyak 30 siswa, SD Negeri Sudorogo sebanyak 7 siswa, dan SD Negeri Hardimulyo sebanyak 14 siswa yang seluruhnya didampingi guru masing-masing.
“Kami ingin anak-anak SD juga memiliki motivasi sejak dini sebelum mereka melanjutkan ke jenjang SMP,” tutur Sugeng.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para siswa menampilkan flash mob hasil karya mereka sendiri. Siswa laki-laki menampilkan Tari Jaranan dengan properti kuda kepang yang dibuat dari pelepah pisang, sedangkan siswi membawakan Tari Dolalak menggunakan songkok hasil kreasi dari daun kering.
Lebih lanjut, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta yang bangga menampilkan hasil kreativitas mereka. Menurut Sugeng, respons peserta menjadi bukti bahwa pesan yang disampaikan dalam seminar benar-benar diterima.
“Saat saya minta menceritakan kembali isi seminar, khususnya anak-anak SD, mereka mampu menyampaikan kembali inti materi yang diperoleh. Artinya, pesan yang kami sampaikan benar-benar sampai. Harapannya, semangat menjadi anak yang berkarakter, berprestasi, dan bermanfaat akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Sementara itu, salah satu peserta seminar dari SD Negeri Ngaran, Karunia Putri Ramadhani, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari kegiatan tersebut. Ia mengaku memiliki mimpi untuk membanggakan kedua orang tuanya dengan memulai dari hal-hal kecil.
“Saya ingin menjadi anak yang berkarakter baik, rajin belajar supaya berprestasi, dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Seminar ini menarik karena penyampaiannya mudah dipahami oleh anak-anak,” tuturnya.
Ket. Foto: Siswa-siswi SMPN 39 Purworejo menampilkan flash mob Tari Jaranan dan Tari Dolalak menggunakan properti hasil karya sendiri berupa kuda kepang dari pelepah pisang dan songkok dari daun kering.








