BENER-Bendungan Bener yang menjadi bendungan terbesar di Purworejo akan segera rampung. Ditargetkan di akhir tahun ini, proyek itu akan selesai dan bisa digunakan.
Pejabat Pembuat Komitmehabn (PPK) Bendungan Bener M. Yusar Yahya mengatakan pembangunan terowongan pengelak sudah selesai dikerjakan. Pada 29 Februari lalu terowongan tersebut telah diresmikan.
Tahap selanjutnya berupa pengangkutan material dari Desa Wadas menuju Bendungan Bener. Lokasi pengambilan material di Desa Wadas saat ini sudah mulai clearing serta pembukaan lahan.
Baca Berita Pantura

“Jalan tembus dari Wadas menuju bendungan sudah hampir selesai, dari enam jembatan yang harus dibangun tersisa dua. Kami target akhir Maret selesai,” kata Yahya, Jumat (15/3/2024).
Selanjutnya setelah dua jembatan itu tuntas dikerjakan, pelaksana proyek akan melakukan uji coba pengangkutan material dari wadas menuju bendungan.
“Setelah uji coba berhasil nanti akan tancap gas, menggenjot agar akhir 2024 bendungan bener benar-benar selesai dikerjakan. InsyaAllah tercapai, dengan catatan tidak ada gejolak sosial material lancar, performa tenaga kerja baik dalam arti tidak ada yang sakit dan lain sebagainya,” katanya lagi.
Setidaknya masih ada waktu selama 9 bulan untuk menyelesaikan pengerjaan proyek strategis nasional tersebut. Sejuah ini pasokan material cukup lancar, tenaga kerja pun telah dilakukan penambahan termasuk peralatan untuk mempercepat pembangunan.
Baca Juga Manfaatkan Lahan Perhutani, Desa Ngadirejo Tanam Bibit Kopi Nusantara
Yusar menerangkan, untuk progres fisik yang sudah mencapai 39 persen itu meliputi pembangunan jalan akses Wadas menuju bendungan termasuk empat jempat yang telah terbangun. Berikutnya terowongan pengelak, pembuatan galian pelimpah, lalu penguatan tebing di jalan akses masuk.
Saat ini sedang dilakukan penggalian pondasi tebing bendungan. Ditargetkan dalam sebulan kedepan proses tersebut tuntas, sehingga pasca hari raya Idul Fitri pengangkutan material dari Wadas menuju bendungan sudah bisa kontinue.
Sebagai informasi, Bendungan Bener merupakan bendungan multifungsi yang memiliki manfaat di antaranya untuk mengairi lahan irigasi lahan pertanian seluas 15.519 hektar. Selain itu juga diproyeksikan untuk menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke 3 Kabupaten, yakni Purworejo, Kebumen dan Kulon Progo, termasuk Bandara YIA.
Bendungan ini juga mempunyai potensi menyuplai energi listrik sebesar 10 MW dan mereduksi debit banjir dari 584 m3/detik menjadi 178 m3/detik (70 persen) pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25). Selain itu fungsi lainnya seperti perikanan, pariwisata dan konservasi DAS Bogowonto di bagian hulu.(ndi)
Baca Berita Pantura
