Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1

Budi Sunaryo : Anggota Korpri Yang Nakal, Ayo Kembali Ke Jalur Yang Benar

Ketua Komisi I DPRD Purworejo, H Budi Sunaryo SSos.

PURWOREJO, epurworejo.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, H Budi Sunaryo SSos, menegaskan bahwa keberadaan anggota KORPRI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai aparatur yang memegang fungsi pelayanan, anggota KORPRI dituntut mampu menjadi teladan dalam setiap tugas.

Menurutnya, peringatan Hari KORPRI bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian dan profesionalitas aparatur.

“Di hari ulang tahun KORPRI ke-54 tahun ini, kami berharap seluruh anggota KORPRI Purworejo terus menjadi garda terdepan pelayanan publik. Tetaplah profesional, inovatif, dan berintegritas tinggi, agar kehadiran ASN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Selamat Hari KORPRI, wujudkan Purworejo melayani sepenuh hati,” ujar Budi, Senin (1/12/2025).

Ia juga memberi perhatian terhadap oknum anggota KORPRI yang dinilai kurang disiplin atau melakukan tindakan tidak terpuji.

“Kepada anggota KORPRI yang masih kurang disiplin atau melakukan tindakan tidak terpuji, kami berharap mereka segera kembali ke jalur yang benar. KORPRI adalah rumah profesional, bukan tempat pembiaran. Yang baik akan kita dukung, dan yang melanggar harus ditindak tegas sesuai aturan, demi menjaga marwah ASN dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekar Ati: Organisasi Pekerja Penting untuk Lindungi Hak Buruh

Budi turut mendorong perbaikan sistem di internal instansi pemerintah, termasuk penguatan mekanisme pengawasan, tata kelola, dan SOP agar potensi pelanggaran dapat diminimalkan.

Ia juga menekankan pentingnya peran pimpinan sebagai teladan. Menurutnya, tidak sedikit pelanggaran terjadi karena pimpinan tidak memberi contoh disiplin yang baik.

“Pimpinan OPD harus menjadi role model. Keteladanan itu penting agar budaya kerja yang sehat bisa terbentuk,” katanya.

Selain itu, ia menilai perlu dibangun budaya malu terhadap pelanggaran di lingkungan kerja. Budaya tersebut diyakini mampu mencegah penyimpangan secara kolektif.

Budi menambahkan bahwa keseimbangan antara pemberian penghargaan dan penegakan sanksi adalah kunci dalam membangun organisasi KORPRI yang kuat dan disegani.

“Kinerja yang baik harus diapresiasi, sementara perilaku yang tidak baik harus ditindak. Keseimbangan inilah yang akan membuat KORPRI semakin dihormati dan dipercaya publik,” jelas Politisi PKB ini. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed