PURWOREJO, epurworejo.com – Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, memunculkan dua inovasi baru pada 2026 untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi wilayah. Dua inovasi tersebut yakni EMPUK JERU (Gerakan Masyarakat Pegunungan Kaligesing Menanam Jeruk Purut dan Kopi Robusta) serta PESONA JELITA KALIGESING (Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat dan Jejaring Lintas Desa Wisata Kecamatan Kaligesing).
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kaligesing SinggihPurwanto, S.Sos., M.AP., mengatakan kedua inovasi tersebut lahir dari persoalan sekaligus potensi yang ada di wilayah Kaligesing. EMPUK JERU diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur.
“EMPUK JERU ini kami dorong sebagai gerakan masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur dengan menanam jeruk purut dan kopi robusta. Selain meningkatkan produktivitas lahan, kami berharap kegiatan ini juga bisa memberikan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat,” kata Singgih, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut juga memiliki aspek konservasi. Penanaman tanaman perkebunan dengan sistem tumpangsari diharapkan dapat membantu mengurangi kerawanan longsor di kawasan pegunungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara pihak inisiator dan kelompok masyarakat sebagai pelaksana teknis di lapangan. Kelompok tani penggarap mendapatkan pendampingan mulai dari penanaman, monitoring dan evaluasi hingga pemberdayaan kelompok.
“Tidak hanya menanam, tetapi juga ada pendampingan dan monitoring. Kami ingin tanaman yang dikembangkan bisa memberikan hasil dan nantinya muncul produk unggulan yang memiliki identitas Kaligesing, khususnya Jeruk Purut Kaligesing dan Kopi Robusta Kaligesing,” jelasnya.
EMPUK JERU juga mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan pupuk organik dari kotoran kambing Etawa yang selama ini menjadi salah satu potensi Kaligesing. Dengan demikian, pengembangan komoditas perkebunan diharapkan dapat berjalan seiring dengan potensi peternakan masyarakat.
Sementara itu, inovasi kedua yakni PESONA JELITA KALIGESING menyasar pengembangan sektor pariwisata. Inovasi tersebut dibangun untuk menghubungkan berbagai desa wisata di Kecamatan Kaligesing dalam sebuah jejaring yang lebih terintegrasi.

Agung menjelaskan, selama ini potensi wisata di Kaligesing cukup beragam, namun promosi dan pengelolaannya masih banyak dilakukan secara parsial oleh masing-masing desa.
“PESONA JELITA kami hadirkan untuk membangun jejaring lintas desa wisata. Kecamatan berperan sebagai koordinator dan fasilitator, sehingga informasi mengenai potensi wisata tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa dihimpun dan dipromosikan melalui satu pintu,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, pemerintah kecamatan mendorong keterlibatan pemerintah desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pelaku seni budaya serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu diharapkan dapat melahirkan paket wisata terpadu yang menggabungkan berbagai potensi antardesa.
Selain promosi, PESONA JELITA juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata, termasuk dalam pengelolaan informasi, digitalisasi, pemasaran dan pengembangan jejaring.
“Jadi bukan kompetisi antar desa wisata, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa saling menguatkan. Wisatawan yang datang ke satu desa diharapkan juga bisa diarahkan untuk mengenal potensi wisata di desa lainnya,” terang Agung.
Ia menambahkan, kecamatan akan menghimpun dan memperbarui informasi mengenai desa wisata, kemudian menyebarluaskannya baik secara individual maupun dalam bentuk paket wisata. Evaluasi juga dilakukan secara berkala bersama para pemangku kepentingan untuk melihat perkembangan jejaring, dampak ekonomi masyarakat dan peningkatan kunjungan wisata.
Dengan dua inovasi tersebut, Kecamatan Kaligesing tidak hanya berupaya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun model pengembangan wilayah berbasis potensi lokal. EMPUK JERU diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perkebunan dan konservasi lahan, sedangkan PESONA JELITA memperkuat sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.
Camat Kaligesing Agung Supriyanto, S.IP., berharap kedua inovasi tersebut dapat terus berkembang dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, kedua inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai program atau inovasi administrasi, tetapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. EMPUK JERU diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus pendapatan masyarakat, sedangkan PESONA JELITA dapat memperkuat jejaring desa wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat Kaligesing,” harapnya.(*)








