Kolaborasi KKN IAI An-Nawawi dan Disdagkop UKM Magelang Tingkatkan Daya Saing UMKM Soronalan

MAGELANG, EPurworejo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kab. Magelang menggelar penyuluhan pengemasan, branding, dan pemasaran produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Dusun Clebung Gunung, Desa Soronalan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Fitri Ainun, M.S.P.

Penyuluhan diikuti oleh unsur Pemerintah Desa Soronalan, pelaku UMKM, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang terlibat dalam kegiatan pendampingan masyarakat di desa tersebut.

Ketua penyelenggara, M syaiful ngarifin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengemasan produk, identitas merek, serta strategi pemasaran dalam menghadapi perkembangan pola perdagangan.

Menurut syaiful, pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga perlu memperhatikan cara produk tersebut dikemas dan diperkenalkan kepada konsumen.

“Persaingan saat ini tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform digital. Karena itu, kami berharap pelaku UMKM di Desa Soronalan dapat mulai memperhatikan pengemasan, branding, serta pemasaran produknya,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Soronalan menyambut positif kegiatan tersebut. Sekretaris Desa Soronalan, Agus Suprihno, menyampaikan bahwa masyarakat desa memiliki sejumlah potensi usaha, khususnya produk olahan yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat dan Kelompok Wanita Tani.

Baca Juga :  Puluhan Warga Magelang Terima Bantuan Sanitasi Jamban Rp15 Juta per Unit

Ia mengatakan, pengembangan produk lokal masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal pemasaran dan kemasan produk.

“Di Desa Soronalan terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang telah memproduksi berbagai produk olahan. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan lebih luas dan memiliki kemasan yang lebih menarik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengemasan produk dan penguatan branding. Selain itu, penyuluhan juga menjadi ruang diskusi bagi pelaku UMKM untuk memahami strategi pengembangan usaha sesuai dengan kebutuhan pasar.

Setelah sesi penyuluhan, mahasiswa KKN Iai – An Nawawi Purworejo melanjutkan kegiatan dengan pendampingan praktis kepada peserta. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan toko online, pembuatan stiker dan label produk, serta pengembangan kemasan produk.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM dan kelompok masyarakat di Desa Soronalan dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan produknya.

Pendampingan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan media digital sebagai salah satu sarana pemasaran, sekaligus memperkuat identitas produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih baik.

Kegiatan penyuluhan dan pendampingan UMKM ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Purworejo di Desa Soronalan.

Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan instansi pemerintah, pengembangan potensi UMKM desa diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.