Kradegan Luncurkan Pompa Air Tenaga Surya 15 PK di Hari Bumi

BAYAN, epurworejo.com – Desa Kradegan, Kecamatan Bayan, Purworejo, memperingati Hari Bumi dengan kegiatan istimewa, yaitu peluncuran pompa air tenaga surya (PATS) terbaru berkapasitas 15 PK, yang menjadi pompa terbesar di desa tersebut. Peluncuran ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Desa Kradegan, perguruan tinggi, dan PT Agros Global, Kamis (21/5/2026).

Kepala Desa Kradegan, Dwinanto menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momen syukuran atas berbagai pencapaian yang berhasil diwujudkan berkat dukungan banyak pihak.

“Hari ini kita memperingati Hari Bumi sekaligus launching pompa tenaga surya baru dan syukuran kecil atas bantuan dan bimbingan dari banyak pihak,” ujar Dwinanto.

Menurut Dwinanto, inisiasi pompa tenaga surya pertama kali diperkenalkan oleh UIN melalui Mas Wahyu dari BMKG, yang membuat master plan pembangunan PATS. Selain UIN, beberapa perguruan tinggi lain juga terlibat dalam pengembangan energi baru terbarukan, antara lain UMP, UNS, dan IPB.

Dukungan pemerintah daerah juga hadir pada kegiatan ini. Perwakilan Pemda, Bapak Winanto, menyampaikan bahwa model kerja sama ini akan direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Wonosobo yang mengalami kesulitan pengairan.

“Kita akan mereplikasi kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dan PT Agros agar bisa ditularkan ke desa-desa lain yang membutuhkan,” ujar Dwinanto.

Baca Juga :  HUT ke-82 SMPN 1, Bertekad Menjadi Kebanggan Masyarakat

Sebelumnya, Desa Kradegan sudah memiliki beberapa pompa tenaga surya mandiri. Dengan tambahan pompa baru berkapasitas 15 PK ini, desa mampu mengairi sekitar 50 hektar lahan sawah dari total 70 hektar, sehingga petani kini bisa memanen hingga tiga kali setahun. Dwi menambahkan, beberapa titik yang belum terairi juga menjadi target pengembangan dengan PATS.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, termasuk Wakil Bupati Purworejo Dion Agassi Setiabudi, CEO Agros Global Max Jean H Nelen, Ketua DPRD Purworejo Rudi Hartono, Rektor UIN Suska Riau Prof. DR. Hj. Leny Nofianti beserta jajaran akademisi, serta para kepala dinas, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok tani.

Max Jean H Nelen, CEO Agros Global, menyampaikan kesan positifnya terhadap desa.

“Saya melihat banyak wajah bahagia dan keyakinan bahwa sistem ini bukan sekadar showcase, tetapi benar-benar dapat menjadi solusi,” terjemah penerjemah menyampaikan.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau Prof. Leny Nofianti menegaskan pentingnya kolaborasi akademisi dalam pengembangan masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa akademisi dapat mentransformasikan penelitian menjadi pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan di Desa Kradegan,” ujarnya.(*)