Mahasiswa purworejo lakukan Galang Dana Serukan Keadilan Bagi Korban Bencana

PURWOREJO, epurworejo.com – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus di purworejo melakukan aksi galang dana sebagai respons terhadap bencana yang terjadi di wilayah Sumatera. Aksi ini dilakukan untuk membantu para korban yang masih membutuhkan bantuan logistik dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Kegiatan ini digagas oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo, dan melibatkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI An Nawawi Purworejo serta DEMA STAINU Purworejo. Penggalangan dana berlangsung di tiga titik lokasi, yaitu Alun-Alun Purworejo, Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, dan Perempatan Kutoarjo, dengan mahasiswa membawa kotak donasi dan poster seruan kemanusiaan. Rokhman, Ketua PC PMII Purworejo sekaligus pimpinan aksi ini, menegaskan pentingnya aksi nyata dalam membantu korban bencana.

“Empati harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya lewat komentar atau opini di media sosial. Banyak orang berbicara tentang kemanusiaan, tetapi tidak hadir ketika bantuan benar-benar dibutuhkan,” kata Rokhman, Selasa (9/12/2025).

Ia menekankan bahwa tindakan nyata, sekecil apapun, jauh lebih berarti daripada janji besar yang tidak terealisasi:

“Bagi saya, suatu tindakan yang kecil tetapi nyata jauh lebih berarti daripada janji besar tanpa realisasi,” imbuhnya.

Selain itu, Rokhman menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, dan sebagai penjaga nilai.

Baca Juga :  Hadiri Gema Sholawat dan Merti Desa Pogung Jurutengah Bupati Ajak Pererat Silaturahmi Umat

“Mahasiswa itu bukan sekadar pelajar. Kami hadir untuk mendorong perubahan nyata dan membantu meringankan penderitaan sesama. Kami juga memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan adil, sambil tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Hari ini, kami di sini bukan hanya untuk bicara, tapi untuk bertindak,” ungkap Rokhman.

Dalam orasinya, Rokhman juga mengutip Pramoedya Ananta Toer sebagai pengingat bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Seorang terpelajar harus sudah berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Ini adalah sebuah tanggung jawab moral, bukan pilihan,” tamnbahnya.

Ia menegaskan kembali inti pesannya: yang paling penting bukan siapa yang paling lantang bersuara, tetapi siapa yang benar-benar hadir untuk membantu. Bencana adalah ujian kemanusiaan, dan diam berarti ikut membiarkan ketidakadilan terjadi.

Aksi penggalangan dana ini akan terus dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Mahasiswa mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi meringankan beban korban bencana di Sumatera melalui donasi maupun dukungan logistik. Di balik setiap kotak donasi dan langkah mereka, tersimpan pesan kuat: empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu mengubah kesedihan menjadi harapan, dan mahasiswa adalah agen perubahan, pengawas keadilan, serta penjaga nilai yang nyata.(*)

Penulis: Indra Hadi Editor: Andi Susanto