Purworejo Jadi Tuan Rumah MTQ Disabilitas Nasional, Bidik Guinness World Records

PURWOREJO, epurworejo.com – Kabupaten Purworejo menjadi pusat perhatian nasional setelah dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Milad ke-48 Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) yang dirangkai dengan Grand Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional. Kegiatan tersebut dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Kamis (18/6/2026) malam.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Wihaji dan dihadiri sejumlah petinggi DPP Partai Golkar, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan pengurus MDI tingkat Provinsi dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat MDI, KH M. Choirul Anam MZD, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti peserta dari 18 provinsi yang tersebar dari Aceh hingga Papua dan Maluku Utara. Sementara proses seleksi telah berlangsung selama dua bulan dengan jumlah peserta mencapai 301 orang dari 26 provinsi di Indonesia.

“Ini disebut grand final karena prosesnya sudah berjalan selama dua bulan. Babak penyisihan diikuti 301 peserta dari 26 provinsi dan yang lolos ke grand final berasal dari 13 provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya, perlombaan diikuti peserta dari berbagai kategori disabilitas, yakni disabilitas netra, daksa, serta kategori rungu dan wicara. Grand final akan digelar pada Jumat (19/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB dengan tiga lokasi berbeda di lingkungan Ponpes An-Nawawi Berjan.

Untuk cabang tilawah putra-putri, murattal putri, serta qiraah rungu dan wicara akan dilaksanakan di panggung utama. Sedangkan tahfiz dan tartil putra-putri digelar di Masjid Pesantren An-Nawawi, sementara lomba dakwah berlangsung di auditorium Sekolah Tinggi An-Nawawi.

Choirul Anam menyebut penyelenggaraan MTQ Disabilitas tahun ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya melibatkan berbagai kategori disabilitas dalam skala nasional.

“Tahun lalu kami baru mencoba di tiga provinsi dan hanya untuk disabilitas netra serta daksa. Hari ini menjadi sejarah karena MTQ Disabilitas seperti ini baru pertama kali diselenggarakan di dunia dan berlangsung di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo,” katanya.

Ia menambahkan, setelah tahun lalu memperoleh Rekor MURI, tahun ini panitia menargetkan pencatatan dalam Guinness World Records. Proses pengajuan rekor dunia tersebut telah dilakukan dengan memenuhi puluhan persyaratan yang ditetapkan lembaga pencatat rekor dunia tersebut.

“Insyaallah bukan hanya Rekor MURI lagi, tetapi akan masuk Guinness World Records. Ini menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr H Wihaji SAg MPd menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ dan lomba dakwah bagi penyandang disabilitas merupakan bentuk nyata pemberian ruang yang setara bagi seluruh warga negara untuk berprestasi dan mengekspresikan kemampuannya. Menurutnya, peserta disabilitas bukanlah kelompok yang memiliki kekurangan, melainkan individu yang diberikan kelebihan dan kemampuan istimewa oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Seluruh PAC Gerindra di Purworejo Terima Bantuan Kurban dari Mas Dar

Ia juga memberikan penghargaan kepada Ketua Umum MDI, K.H. Khairul Anam, yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam dakwah sekaligus mendorong terselenggaranya kegiatan yang mendapat pengakuan rekor dunia. Wihaji menilai kegiatan tersebut memiliki nilai kebaruan serta menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam kesempatan itu, Wihaji menekankan pentingnya transformasi metode dakwah di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut para dai dan organisasi dakwah untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook agar pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana pemberdayaan sekaligus inspirasi bagi masyarakat, serta memperkuat semangat memberikan manfaat bagi sesama melalui dakwah dan prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kabupaten Purworejo sebagai lokasi penyelenggaraan puncak Milad MDI ke-48 tingkat nasional.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, ia mengucapkan terima kasih kepada DPP Partai Golkar, Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah MDI, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Selamat datang kepada seluruh peserta MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Purworejo ini,” kata Yuli yang juga Ketua DPD II Golkar Purworejo ini.

Menurutnya, Milad ke-48 MDI menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membangun generasi Qurani yang mampu membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dakwah dan pengembangan potensi keagamaan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Melalui kegiatan ini kita menunjukkan bahwa dakwah dan pengembangan potensi keagamaan merupakan hak bagi setiap warga negara tanpa terkecuali,” jelas Yuli Hastuti.

Panitia pelaksana kegiatan local, H Ahmad Affif menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan itu mengangkat tema Berdakwah Membumikan Al Quran, Mengangkat Derajat Kemanusiaan. Dan ini menjadi wujud komitmen bahwa dakwah adalah milik semua.

“Melalui kegiatan ini kita belajar bahwa kemuliaan seseorang disisi Allah SWT tidak ditentukan oleh kondisi fisiknya, melainkan oleh keimanan, ketakwaan dan amal salehnya,” ungkap Afif. (*)