Siswa SMK YPE Sawunggalih Diajak Pahami Kehumasan dan Keprotokolan

KUTOARJO, epurworejo.com — Siswa kelas XII program keahlian Manajemen Perkantoran SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo mendapat pengalaman khusus melalui kegiatan Praktisi Mengajar yang menghadirkan narasumber dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purworejo, Jumat (23/11). Selama sehari, para siswa diajak untuk memahami lebih dalam dunia kehumasan dan keprotokolan, dua bidang penting yang berkaitan dengan komunikasi, pelayanan, serta tata laksana penyelenggaraan acara resmi.

Praktisi Mengajar berlangsung interaktif di Laboratorium Manajemen Perkantoran sekolah setempat. Sebanyak tiga kelas peserta dibagi menjadi dua kelompok pembelajaran, yakni materi keprotokolan dengan narsumber Nur Indah Sari, S.Sos dan materi Master of Ceremony (MC) dengan narasumber Fitri Artisti, A.Md.

Kedua narasumber tidak hanya menyampaikan teori, melainkan juga membagikan pengalaman langsung mengenai bagaimana menjadi petugas protokol dan pembawa acara yang profesional. Siswa diajari teknik public speaking, etika keprotokolan, penampilan diri, hingga langkah-langkah mengelola sebuah acara resmi.

Guru pendamping SMK YPE Sawunggalih, Zahrotun Jamilah, menyebut Praktisi Mengajar oleh Bagian Prokopim Setda Purworejo disambut antusias oleh para siswa karena dikemas menyenangkan dan memberikan wawasan baru yang relevan dengan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa semakin memahami bahwa kehumasan dan keprotokolan bukan sekadar teori, tetapi keterampilan profesional yang dibutuhkan dalam berbagai instansi dan organisasi.

“Kita ingin ketika lulus dan bekerja kelak, siswa sudah memiliki bekal sehingga mampu berperan di lingkungan kerjanya masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Purworejo Terima Sosialisasi Aplikasi SIBIJAK, Permudah Pengajuan BPJS PBI Secara Digital

Pada kesempatan itu, kedua narasumber juga memperkenalkan inovasi Prokopim berupa website Pandan Ketan Unik. Melalui situs tersebut, siswa dapat mempelajari beragam materi keprotokolan dan MC secara lebih lengkap, sekaligus mengakses berbagai perlengkapan seperti lagu upacara, naskah protokol, serta dokumen pendukung lainnya.

“Website Pandan Ketan Unik juga menyediakan layanan pengajuan fasilitasi MC dan protokol secara Daring. Jadi siswa juga bisa mengakses berbagai materi yang mereka butuhkan,” kata salah satu narasumber, Nur Indah Sari.

Sementara itu, Fitri Artisti menyampaikan bahwa humas, protokol, serta pembawa acara atau MC merupakan keterampilan yang banyak dibutuhkan dalam dunia kerja secara luas dan terus berkembang, baik di instansi, dunia hiburan, maupun sektor kreatif.

“Profesi ini memiliki peluang luas, tidak hanya di panggung hiburan tetapi juga di ranah formal, digital, dan instansi. Keahlian berbicara, percaya diri, dan penguasaan acara membuat pekerjaan ini terus dibutuhkan,” ungkapnya.

Menurutnya, profesi MC atau pembawa acara membutuhkan keterampilan khusus yang harus terus diasah. Karena itu, pihaknya mendorong agar siswa dapat aktif berlatih dalam berbagai acara atau event, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya.

“Semakin sering praktik, maka kita akan semakin terampil,” tandasnya. (*)