PURWOREJO, epurworejo.com – Menurunnya jumlah pengguna angkutan umum baik angkutan perdesaan dan perkotaan di Purworejo menjadi perhatian khusus Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo. Adanya penurunan itu berdampak langsung terhadap pendapatan bagi pengusaha angkutan dan juga kru angkutan.
Untuk merekam keluh kesah para pengusaha dan kru angkutan umum tersebut, secara khusus Komisi III melakukan pengawasan dalam daerah ke beberapa titik yang menjadi trayek angkutan umum. Uniknya untuk menjangkau lokasi mereka juga memanfaatkan angkutan umum tersebut pada Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti seluruh anggota Komisi III didampingi Kepala Dinas Perhubungan Agus Widiyanto serta pengelola koperasi yang mengurusi angkutan umum di Purworejo.
Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda Badan Musyawarah (Banmus) DPRD yang menugaskan Komisi III untuk melakukan pengawasan di bidang transportasi.
“Sesuai agenda Banmus, kami Komisi III melakukan pengawasan dalam daerah. Tentu kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi di lapangan untuk bahan evaluasi ke depan, khususnya bersama Dinas Perhubungan yang hari ini membersamai kami meninjau operasional angkutan umum,” ujar Tursiyati.
Ia menuturkan, selama beberapa tahun terakhir, para pelaku usaha angkutan umum mengalami penurunan signifikan baik dari sisi jumlah pengguna maupun pendapatan. Karena itu, pihaknya mendorong adanya langkah strategis untuk memaksimalkan kembali potensi angkutan umum yang ada.
“Kami ingin ke depan operasional angkutan umum dapat dimaksimalkan dan lebih tertib, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun kepatuhan pengguna jalan. Terutama bagi para pelajar yang sebenarnya belum cukup umur yang saat ini banyak yang berkendara motor sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan pelajar usia di bawah 18 tahun menggunakan sepeda motor menimbulkan potensi kerawanan di jalan. Untuk itu, Tursiyati menekankan perlunya kolaborasi antara Dishub, Satlantas, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah dan orang tua dalam mendorong penggunaan angkutan umum oleh pelajar.
“Harus ada sosialisasi dan kerja sama lintas sektor agar pelajar SD, SMP, hingga SMA yang berada di jalur angkot bisa diarahkan memanfaatkan fasilitas transportasi umum. Dengan begitu, para sopir dan pemilik angkutan tetap bisa eksis, dan pendapatan mereka pun meningkat,” imbuhnya.
Selain sektor angkutan, Komisi III juga menyoroti potensi pendapatan daerah dari sektor perparkiran. Menurut Tursiyati, pengelolaan parkir oleh Dishub masih memiliki ruang untuk dioptimalkan agar bisa memberikan kontribusi lebih bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami juga akan melihat di lapangan bagaimana pengelolaan parkir selama ini. Potensi pendapatan dari retribusi atau pungutan parkir harus bisa dimanfaatkan secara optimal dan transparan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pengawasan ini, Komisi III DPRD Purworejo berharap agar hasil temuan di lapangan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi perbaikan sistem transportasi umum dan pengelolaan parkir di Kabupaten Purworejo.(*)
Baca Berita Pantura









