Pertanyaan Kelanjutan Pembangunan Bendungan Bener Muncul dalam Reses Fidhy Kiawan

Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi NasDem FIdhy Kiawan saat menggelar reses di Desa Semawung Kecamatan Purworejo.

PURWOREJO, epurworejo.com – Masyarakat menaruh perhatian besar pada kelanjutan pembangunan Bendungan Bener.

“Kami ingin tahu kapan bendungan ini bisa benar-benar memberi manfaat, baik untuk irigasi sawah maupun air baku sehari-hari. Apakah nanti sampai ke Purworejo timur atau selatan? Karena sampai sekarang rasanya belum ada perubahan,” ungkap salah satu warga saat bertemu anggota DPRD Purworejo dari Fraksi NasDem, Fidhy Kawan, dalam reses masa persidangan kedua tahun 2026, Sabtu (30/5/2026).

Reses yang digelar Fidhy berlangsung di beberapa desa, seperti Semawung, Somongari, Sindurjan, Baledono, dan Tambakrejo. Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi infrastruktur desa yang masih tertinggal. Jalan poros antar desa dan jalan lingkungan rusak di banyak titik, sementara penerangan jalan umum (PJU) masih minim, terutama di jalur utama antara Desa Ganggeng dan Kemanukan.

Selain itu, jaringan irigasi tersier yang rusak menjadi masalah serius bagi petani. Keluhan juga datang dari kelompok tani terkait kebutuhan bantuan benih ikan, kambing, dan sapi yang belum merata.

“Bantuan ini langsung terasa ke masyarakat. Kalau terlambat, dampaknya ke ketahanan pangan lokal,” ujar Fidhy.

Baca Juga :  Festival Layang-Layang Diikuti Peserta dari Luar Negeri, Negara Mana Saja ?

Ia menambahkan, beberapa jembatan gantung yang sudah dibangun juga belum tersambung dengan rabat beton ke titik-titik penting antar kecamatan, sehingga akses warga tetap terhambat.

Masalah pendidikan turut menjadi perhatian. Banyak SD negeri yang membutuhkan perbaikan, namun dana Pokir DPRD saat ini belum bisa digunakan untuk renovasi sekolah negeri.

Dalam salah satu kesempatan juga diungkapkan mengenai Koperasi Desa merah Putih (KDMP). Menurut Fidhy, warga berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama ini, KDMP belum selesai sepenuhnya dan efeknya belum terasa di lapangan. Banyak keluhan muncul karena pemotongan atau pengalihan dana desa untuk proyek KDMP, padahal warga berharap proyek itu benar-benar memberi dampak positif,” kata Fidhy.

Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Aspirasi yang masuk, mulai dari kelanjutan Bendungan Bener, perbaikan jalan, penerangan jalan, hingga dukungan bagi ketahanan pangan dan pendidikan, diharapkan segera ditindaklanjuti agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Purworejo. (*)