Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1

Penumpang Tergerus Kendaraan Pribadi, Angkutan Purworejo Butuh Gerakan Massal

Angkutan perkotaan saat berada di terminal Tipe A Purworejo.

PURWOREJO, epurworejo.com – Lesunya angkutan perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Purworejo kembali menjadi sorotan. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, para pengemudi angkutan konvensional kian terseok-seok mempertahankan hidup. Di pundak mereka, kebutuhan keluarga bertumpu. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak tinggal diam.

Ketua LSM Surya Mentari Semesta (SMS), Arbaah Mintaraga, menegaskan perlunya langkah cepat dan nyata untuk kembali menghidupkan moda transportasi publik tersebut.

“Yang diperlukan agar angkutan kembali ramai adalah gerakan masalisasi penumpang naik angkutan,” kata Arbaah, Jumat (21/11/2025).

Ia menilai, imbauan kepada pelajar untuk menggunakan angkutan sebenarnya sudah ada, namun belum cukup menggerakkan perubahan signifikan di lapangan.

Ketua LSM SMS, Arbaah Mintaraga.

Arbaah menyebut bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN).

“Kalau pelajar sudah dihimbau, ASN juga harus. Perlu dilakukan gerakan ASN wajib naik angkutan,” tegasnya.

Menurutnya, Purworejo memiliki potensi besar jika kebijakan itu direalisasikan. Dengan jumlah ASN mencapai sekitar 8.000 orang pada 2024, pergerakan mereka saja sudah cukup untuk mengulang masa keemasan angkutan umum di Purworejo.

Baca Juga :  MWC NU Loano Dilantik, Diajak Perkuat Ukhuwan Islamiah

Ia menilai, kebijakan yang dibutuhkan saat ini bukan inovasi-inovasi yang rumit atau sekadar seremonial.

“Tidak perlu berinovasi yang tidak substansi. Yang diperlukan adalah keteladanan sebagai langkah awal. Masyarakat akan mengapresiasi dan mengikuti langkah ASN yang berani mengambil tindakan konkret,” ungkap Arbaah.

Arbaah juga meminta agar pemerintah tidak terus berdalih atau mencari alasan lain atas kondisi yang ada.

“Jangan beralibi dan beralasan macam-macam. Tinggal diniatkan dan diaktualisasi sebagai ikhtiar meramaikan moda transportasi kebanggaan Purworejo,” tandasnya.

Ia berharap Pemkab Purworejo berani memulai gerakan nyata, sehingga angkutan umum tidak sekadar bertahan, namun kembali menjadi pilihan utama masyarakat. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed