Bibsol : Kerukunan Tidak Cukup Hanya Disampaikan Melalui Slogan atau Retorika

Ketua FKUB Purworejo KH Habis Soleh bersama keluarga Pandita Muda Viomalamano Gatot Didit yang tengah merayakan Waisak.

PURWOREJO, epurworejo.com – Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama kembali ditunjukkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo. Dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026, jajaran pengurus dan anggota FKUB mengunjungi kediaman Pandita Muda Vimalamano Gatot Didit Widiyantoro di Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Senin (1/6/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua FKUB Purworejo KH Habib Soleh SPdI bersama sejumlah anggota dari berbagai unsur agama. Kehadiran mereka menjadi bagian dari tradisi silaturahmi lintas agama yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Kabupaten Purworejo.

Ketua FKUB Purworejo yang akrab disapa Bibsol menjelaskan, tradisi saling mengunjungi saat hari raya keagamaan telah menjadi budaya yang mengakar di lingkungan FKUB. Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh perwakilan, namun hampir seluruh anggota FKUB berupaya hadir untuk memberikan ucapan selamat dan mempererat hubungan persaudaraan.

“Tradisi ini sudah berjalan kurang lebih selama sepuluh tahun terakhir. Bahkan semakin kuat dalam dua periode kepengurusan terakhir. Kami ingin terus merajut kebersamaan dalam bingkai guyub rukun di Purworejo,” ungkapnya.

Menurut Bibsol, FKUB berkomitmen menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap keyakinan masing-masing dengan upaya membangun persaudaraan antarsesama warga bangsa. Karena itu, kegiatan yang bersifat ritual keagamaan tetap dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing sesuai agama yang dianut. Namun, hubungan kekeluargaan antaranggota FKUB tetap dijaga melalui silaturahmi dan kunjungan pada momentum hari besar keagamaan.

“Ketika Hari Raya Idul Fitri, sahabat-sahabat yang Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga datang bersilaturahmi ke rumah kami. Begitu pula saat Natal, Waisak, Nyepi, maupun Gong Xi Fa Cai, kami saling berkunjung. Tradisi ini terus kami jaga,” katanya.

Baca Juga :  DPC PKB Purworejo Segera Gelar Muscab, Tidak Sekedar Tentukan Nama Ketua

Ia menilai kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan atau retorika. Para tokoh agama harus memberikan contoh nyata kepada masyarakat melalui tindakan dan perilaku sehari-hari.

“Kalau para tokohnya rukun, saling menghormati, dan saling mengunjungi, masyarakat akan melihat dan mencontohnya. Kerukunan harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Bibsol menambahkan, silaturahmi merupakan nilai universal yang diajarkan oleh semua agama. Meski setiap agama memiliki tata cara dan ritual yang berbeda, namun seluruh umat diajarkan untuk menjalin persaudaraan dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

“Di situlah nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup. Ketika saudara kita sedang berbahagia merayakan hari besar agamanya, kita ikut merasakan kebahagiaan itu. Empati menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.

Melalui kebersamaan yang terus dibangun di tingkat kabupaten, FKUB berharap budaya toleransi dan silaturahmi dapat menular hingga ke tingkat kecamatan maupun desa-desa yang memiliki masyarakat multikultural.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama tidak boleh berhenti di kalangan tokoh agama saja, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Harapan kami, semangat silaturahmi ini bisa ditiru sampai tingkat kecamatan melalui PKUB maupun di desa-desa yang masyarakatnya beragam. Dengan silaturahmi, saya yakin guyub rukun akan tercapai,” jelas Bibsol

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Kabid Poldagri dan Ormas) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten, Agus Lepot Riyanto yang turut serta dalam kegiatan itu mengaku sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh FKUB.

“Ini menjadi teladan yang baik dari FKUB untuk terus merawat kerukunan umat beragama di Kabupaen Purworejo, ” kata Agus. (*)