PURWOREJO, epurworejo.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo menelurkan konsep baru dalam monitoring dan evaluasi desa wisata. Program tersebut diberi nama #Doldeswita (Dolan/Dodolan Desa Wisata), sebuah pendekatan monev yang dikemas lebih santai, interaktif, dan berorientasi pada penguatan potensi lokal.
Kepala Dinporapar Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim SSTP MM, mengatakan #Doldeswita pada dasarnya tetap menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi, namun dikemas dengan konsep berbeda agar lebih membumi dan relevan dengan dinamika desa wisata.
“Monitoring dan evaluasi kami kemas dengan cara yang lebih cair dan menyenangkan. Harapannya, ke depan ada warna baru dalam pengembangan pariwisata, khususnya desa wisata di Purworejo,” kata Erlangga, Rabu (4/2/2026).
Pelaksanaan perdana #Doldeswita dilakukan pada Sabtu (31/1/2026) dengan menyasar dua desa wisata di Kecamatan Kaligesing, yakni Desa Wisata Pandanrejo dan Desa Wisata Tlogoguwo. Dalam kegiatan tersebut, Bangun Erlangga didampingi Kepala Bidang Destinasi Neira Anjar Pujisusilo serta Sekretaris Camat Kaligesing, Sigit Purwanto.
Di Desa Wisata Pandanrejo, tim #Doldeswita menyoroti pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang mulai terbagi ke berbagai aktivitas. Meski demikian, desa ini dinilai memiliki nilai lebih karena fokus pada konservasi hutan dan pelestarian burung langka yang dilindungi, sehingga memiliki daya tarik wisata berbasis lingkungan.
Sementara di Desa Wisata Tlogoguwo, tim mencermati sejumlah destinasi unggulan seperti kawasan Pinus Kalilo, glamping, café, serta Embung Tlogoguwo. Secara umum, perkembangan wisata dinilai cukup baik, terutama pada sektor glamping dan café. Namun, Embung Tlogoguwo masih membutuhkan perawatan berkala agar potensi yang dimiliki dapat dimaksimalkan.
“Secara infrastruktur dan daya tarik, Embung Tlogoguwo masih sangat layak jual. Tinggal bagaimana pengelolaannya bisa lebih ditingkatkan,” terang Bangun.
Kegiatan #Doldeswita tahap awal ini diakhiri di Desa Wisata Tlogoguwo. Dari hasil kunjungan tersebut, Dinporapar mencatat bahwa kedua desa wisata pada dasarnya masih memiliki potensi yang kuat. Namun, berkurangnya SDM menjadi tantangan utama sehingga berdampak pada aktivitas promosi dan penjualan paket wisata.
Melalui #Doldeswita, Dinporapar berharap desa wisata di Purworejo tidak hanya terpantau secara administratif, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan daerah. (*)
Baca Berita Pantura


















