Air Irigasi Kembali Mengalir ke Hilir, Rudi Hartono Soroti Penataan Saluran DI Kragilan

BAYAN, epurworejo.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PKB, Rudi Hartono, melakukan peninjauan langsung ke Daerah Irigasi (DI) Kragilan yang berada di Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, Kamis (12/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi aliran air yang kini mulai kembali mengalir ke wilayah hilir setelah dilakukan normalisasi saluran irigasi.

Selama bertahun-tahun, sejumlah wilayah di bagian hilir seperti Desa Bringin, Sambeng, dan sekitarnya mengalami kesulitan air. Bahkan menurut keterangan warga, dalam kurun waktu sekitar 15 tahun terakhir air irigasi jarang sampai ke area tersebut sehingga banyak lahan pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Sekarang air yang dulu tidak sampai ke sini sudah mulai mengalir kembali. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani karena peluang untuk kembali bercocok tanam semakin terbuka,” kata Rudi saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, keberadaan air irigasi yang lebih stabil diharapkan dapat meningkatkan intensitas masa tanam para petani. Jika sebelumnya lahan hanya mampu ditanami satu kali bahkan ada yang tidak panen, ke depan diharapkan petani dapat melakukan dua hingga tiga kali masa tanam dalam setahun.

Meski demikian, Rudi menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti kondisi beberapa titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan hingga adanya praktik pengambilan air secara ilegal yang berpotensi mengganggu distribusi air ke wilayah hilir.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditertibkan agar aliran air dapat terbagi secara adil dan merata.

“Kita akan identifikasi lagi bagian saluran yang perlu direhabilitasi. Selain itu, pengambilan air secara ilegal juga harus ditertibkan supaya distribusi air bisa sampai ke wilayah hilir,” tegasnya.

Rudi juga menyampaikan bahwa dalam jangka panjang terdapat rencana pembangunan bendungan yang diharapkan dapat memperkuat suplai air bagi jaringan irigasi di kawasan tersebut. Keberadaan bendungan dinilai penting sebagai solusi untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga :  DPRD Purworejo Rangkul Petani Milenial Lewat Forum “DPRD Menyapa”

Sementara itu, Kepala Desa Sambeng, Toni Irawan yang didampingi Kepala Desa Pucang Agung, Sugito, mengaku bersyukur air irigasi kembali mengalir ke wilayahnya. Ia berharap kondisi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya saat musim penghujan.

“Harapan kami air tidak hanya mengalir saat musim hujan saja, tetapi juga bisa sampai ke wilayah kami saat musim kemarau sehingga petani tetap bisa bercocok tanam,” ungkapnya.

Toni menambahkan, dengan mulai normalnya aliran air, sejumlah lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami padi kini mulai kembali digarap oleh para petani. Bahkan baru-baru ini petani di wilayah tersebut berhasil melakukan panen setelah sebelumnya bertahun-tahun lahan tidak produktif.

Di sisi lain, Koordinator Lapangan PSDA Serayu Bogowonto, Hamzah menjelaskan bahwa normalisasi saluran yang dilakukan saat ini masih bersifat parsial karena keterbatasan anggaran. Secara keseluruhan panjang saluran yang direncanakan untuk dinormalisasi mencapai sekitar 400 meter.

“Normalisasi yang dilakukan memang belum menyeluruh karena keterbatasan anggaran. DI ini sendiri mengaliri sekitar 668 hektar lahan pertanian,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk masa tanam pertama aliran air dipastikan dapat mengalir penuh. Namun pada masa tanam kedua nantinya, distribusi air kemungkinan perlu dilakukan secara bergilir agar tetap dapat menjangkau wilayah hilir.

Pihaknya berharap ke depan ada dukungan lanjutan untuk perbaikan jaringan irigasi sehingga aliran air dapat terus terjaga dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Bayan dan sekitarnya. (*)