Kebakaran Ratusan Motor di Parkiran Pabrik Ban Jalur Daendels, Anggota DPRD Purworejo Turun Tangan

GRABAG, epurworejo.com – Musibah kebakaran hebat melanda area parkir sepeda motor karyawan sebuah pabrik ban yang berlokasi di Jalan Daendels, Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran terjadi sesaat setelah pergantian shift pagi berlangsung, dan api dengan cepat melahap ratusan unit sepeda motor milik karyawan yang terparkir di lokasi tersebut hingga tidak ada satu pun yang tersisa. Beruntung, dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa.

Merespons musibah tersebut, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Tursiyati, langsung turun ke lokasi kejadian. “Begitu saya mendapat kabar, saya langsung menuju lokasi. Ini musibah yang sangat berat bagi para karyawan. Ratusan motor ludes, tidak ada yang tersisa,” ujar Tursiyati.

Ia kemudian segera menggelar diskusi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca), yang dihadiri oleh Sekretaris Camat, Kapolsek beserta anggotanya, serta salah satu pimpinan pabrik. “Sebagai wakil rakyat, saya merasa perlu hadir langsung dan duduk bersama semua pihak untuk mencari langkah konkret yang bisa segera diambil,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Tursiyati menyampaikan sejumlah desakan mendesak kepada para pemangku kebijakan. Ia meminta agar segera dilakukan pendataan jumlah kendaraan serta nama-nama karyawan yang sepeda motornya ikut terbakar, sekaligus mendorong digelarnya rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pihak terkait.

“Yang pertama dan paling mendesak adalah pendataan. Kita harus tahu persis berapa motor yang terbakar dan siapa saja karyawan yang menjadi korban, agar bantuan dan kebijakan bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga mendesak pimpinan pabrik untuk memberikan kompensasi kepada para karyawan atau buruh yang menjadi korban.

“Saya berharap pimpinan pabrik bisa hadir memberikan solusi nyata. Para karyawan ini kehilangan kendaraan mereka, yang mungkin menjadi satu-satunya alat transportasi untuk bekerja sehari-hari. Ini bukan hal kecil,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Serap Aspirasi, Ulama Tolak Wacana 5 Hari Sekolah di Purworejo

Tursiyati turut meminta agar karyawan terdampak yang masa kontrak kerjanya akan segera berakhir mendapatkan toleransi perpanjangan kontrak, serta mengusulkan agar pabrik sementara tidak merekrut karyawan baru pada tahun ini demi memprioritaskan keberlangsungan kerja para korban.

“Jangan sampai mereka sudah kehilangan motor, lalu kontrak kerjanya pun tidak diperpanjang. Itu akan sangat memukul kehidupan mereka,” tambahnya.

Tursiyati juga mendorong agar rapat koordinasi yang akan digelar melibatkan pihak yang lebih luas, tidak hanya Forkompimca, tetapi juga Forkopimda, aparat keamanan, Pimpinan DPRD, serta Komisi III dan Komisi IV.

“Kita perlu rakor yang benar-benar komprehensif, melibatkan semua unsur, agar aspirasi dan masukan yang disampaikan kepada pimpinan pabrik bisa menghasilkan kebijakan yang nyata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian pabrik terhadap faktor keamanan, kenyamanan, dan keselamatan kerja, termasuk memastikan seluruh karyawan terlindungi oleh asuransi jiwa ketenagakerjaan maupun asuransi atas fasilitas kerja termasuk kendaraan.

“Kesejahteraan pekerja dan keamanan fasilitas mereka harus menjadi perhatian serius pihak manajemen. Asuransi bukan sekadar formalitas, tapi perlindungan nyata bagi para buruh,” tegasnya.

Meski belum ada angka resmi kerugian yang diumumkan, dengan jumlah sepeda motor yang terbakar mencapai ratusan unit, nilai kerugian materi diperkirakan sangat signifikan dan memberatkan para karyawan yang sebagian besar merupakan pekerja dengan penghasilan harian maupun bulanan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materinya sangat besar. Kita semua berharap ada solusi yang adil dan cepat untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban,” pungkas Tursiyati.

Pihak berwenang setempat masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, sementara proses koordinasi antarpihak dijadwalkan segera dilaksanakan guna mencari solusi terbaik bagi para korban. (*)