Jalan Poros Semono Menuju Durensari-Semagung Yang Longsor Butuh Penanganan

BAGELEN, epurworejo.com – Berbagai hal disampaikan warga Desa Semono Kecamatan Bagelen, Purworejo saat mengikuti reses masa persidangan kedua tahun 2026 yang diadakan anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan Subeno di desa setempat, Sabtu (27/5/2026).

Beberapa diantaranya seperti usulan pengadaan bantuan tirai atau cungkup makam (punden) serta lampu penerangan jalan di jalur Semagung menuju Semono. Selain itu juga keluhan kondisi jalan poros Desa Semono menuju Semagung-Durensari yang mengalami longsor dan meminta segera dilakukan penanganan.

Dari kalangan perempuan, warga juga menyampaikan minimnya fasilitas PAUD di Desa Semono dan berharap ada perhatian dari pemerintah.

“PAUD kami belum memiliki fasilitas yang memadai. Kami berharap ada bantuan dan perhatian,” kata salah satu warga, Siti.

Selain itu, pemuda desa juga meminta dukungan untuk kegiatan olahraga voli yang mulai aktif kembali. Kelompok kesenian tradisional turut berharap adanya bantuan perlengkapan untuk menghidupkan kembali kesenian jaran kepang di Desa Semono.

Tokoh masyarakat Budi Trapsilo menyampaikan bahwa pembangunan pepunden desa yang menggunakan dana desa masih membutuhkan tambahan dukungan, mulai dari pembangunan cungkup, dapur hingga akses jalan makam.

Baca Juga :  Perkembangan Teknologi Harus Ikut Disikapi Fatayat NU

Sementara Heru Purwanto menyoroti kondisi jalan rusak menuju makam desa serta persoalan pendidikan pasca regrouping SD Semono ke sekolah desa sebelah.

“Banyak siswa kesulitan karena lokasi sekolah jauh dan harus diantar setiap hari. Ini perlu perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Drs. Subeno menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat nantinya akan disampaikan melalui OPD terkait sesuai aturan dan mekanisme pemerintah daerah agar dapat masuk dalam program pembangunan.

Subeno juga menyampaikan bahwa anggaran aspirasi dewan saat ini mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya mencapai sekitar Rp1,2 miliar, kini hanya sekitar Rp600 juta sehingga usulan masyarakat harus diprioritaskan sesuai kebutuhan mendesak.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap menjaga komunikasi dan tidak sungkan datang apabila membutuhkan bantuan.

“Silaturahmi harus dijaga. Tidak usah canggung main ke rumah kalau ada keperluan. Kalau ada kebutuhan yang bisa saya bantu semampunya di luar program reses seperti semen, bola voli atau net voli, insyaallah akan saya bantu,” jelas Subeno. (*)