25 Tahun Menanti, Umat Buddha Purworejo Haru Bupati Hadiri Waisak di Sokoagung

BAGELEN, epurworejo.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Giri Shanti, Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Minggu (31/5/2026). Kehadiran Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dalam Puja Bhakti Detik-Detik Waisak menjadi momen bersejarah bagi umat Buddha setempat setelah penantian selama 25 tahun.

Bupati Yuli Hastuti hadir didampingi Asisten Pemerintahan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Forkopimcam Bagelen, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo.

Pandita Muda Vimalamano Gatot Didit Widiyantoro mengungkapkan rasa bangga dan haru atas kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Purworejo tersebut.

“Kehadiran Ibu Yuli Hastuti di tempat ini merupakan suatu dukungan yang luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi umat Buddha di Sokoagung khususnya, dan Kabupaten Purworejo pada umumnya. Sejak almarhum Bupati Kelik Sumrahadi pada tahun 2001, baru kali ini ada kunjungan bupati dalam perayaan suci Waisak. Jadi selama 25 tahun baru ada lagi kunjungan Bupati Purworejo pada perayaan Waisak. Kami sangat terharu dan bangga,” ujarnya.

Menurut Gatot, umat Buddha yang mengikuti perayaan di Vihara Girisanti berjumlah sekitar 35 orang yang berasal dari Desa Sokoagung dan Kaliagung. Ia menjelaskan, sebagian umat Buddha lainnya memilih mengikuti rangkaian Waisak di kawasan Candi Mendut dan Borobudur yang selama ini menjadi tradisi tahunan.

“Dulu memang tradisinya Waisak ke Borobudur, tetapi sekarang banyak umat yang sudah sepuh sehingga kami kembali mengadakan perayaan di desa sendiri agar bisa melayani umat yang ada di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, Khabib Sholeh, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati dalam perayaan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi FKUB maupun umat Buddha.

Baca Juga :  Imam Teguh Bakal Tetap Dukung Jika Rekomendasi Jatuh ke Yuli Hastuti

“Ini menjadi kebahagiaan bagi FKUB dan umat Buddha. Ibu Bupati bisa membersamai seluruh masyarakat, termasuk warga Buddha. Kami mendoakan beliau selalu diberikan kesehatan dan umur panjang dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Khabib menambahkan, peringatan Waisak menjadi momentum penting untuk merenungkan nilai kasih sayang kepada sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun perbedaan lainnya.

“Waisak menjadi momentum untuk merenungkan kasih sayang kepada semua. FKUB hadir untuk terus menjaga kerukunan dalam keberagaman yang selama ini terjalin baik di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap peringatan Waisak membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan kebahagiaan bagi seluruh umat serta memperkuat semangat menebarkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Hari Raya Waisak bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai kasih sayang, toleransi, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama manusia,” ujar Yuli.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan masyarakat Purworejo yang majemuk. Kerukunan yang selama ini terjaga menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga sikap saling menghormati dan menghargai antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan.

Pada kesempatan tersebut, Yuli turut memberikan apresiasi kepada FKUB, para tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini berperan menjaga kehidupan yang damai, harmonis, dan rukun di Kabupaten Purworejo.

“Mari kita jadikan momentum Waisak ini untuk semakin memperkuat kepedulian sosial, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Purworejo,” jelas Yuli Hastuti. (*)