PURWOREJO, epurworejo.com – Visi besar pengembangan kawasan pergaraman modern yang mampu menghasilkan ribuan ton garam setiap tahun mulai disiapkan di Kabupaten Purworejo. Melalui kerja sama dengan PT Surya Menara Salt, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap investasi tersebut tidak hanya memperkuat sektor pergaraman, tetapi juga melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam temu investor antara Pemkab Purworejo dan PT Surya Menara Salt yang digelar di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Senin (1/6/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Plh Sekda Kabupaten Purworejo dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., Kepala Dinkominfostasandi Ganis Pramudito, S.STP., M.M., Kepala DLHP Wiyoto Harjono, S.T., Kepala BPKPAD Hadi Sadsila, S.P., M.M., serta Kepala DPMPTSP Gatot Suprapto, S.H. Dari pihak investor, Direktur PT Surya Menara Salt Habibur Rohman hadir bersama jajarannya.
Direktur PT Surya Menara Salt, Habibur Rohman, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki target ambisius dalam mengembangkan industri garam di Purworejo. Dengan dukungan lahan yang tersedia, perusahaan menargetkan produktivitas mencapai 120 ton per hektare per tahun.
“Target produksi 120 ton per hektar per tahun. Untuk kebutuhan pasar sendiri pada perusahaan kami puluhan ribu ton per bulan dan itu juga dilaksanakan secara kontinu,” ungkap Habibur.
Dengan luas lahan yang direncanakan mencapai 60 hektare, potensi produksi dapat menembus 7.200 ton garam per tahun. Sementara itu, kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai puluhan ribu ton setiap bulan dinilai menjadi jaminan tersedianya pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi garam dari Purworejo.
Plh Sekda Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut. Pemkab bahkan telah menyiapkan lahan milik daerah seluas 60 hektare yang secara prinsip dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha pergaraman.
“60 hektar tanah milik pemda, secara prinsip kami siap memfasilitasi segala kebutuhan terkait investasi ini. Harapannya di daerah selatan nanti akan muncul titik ekonomi yang baru, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, memaparkan bahwa kualitas garam yang dihasilkan petambak Purworejo sebenarnya memiliki daya saing tinggi dibandingkan rata-rata garam nasional. Namun, selama ini pengembangan sektor tersebut masih terkendala pada aspek produksi dan pemasaran.
“Garam Purworejo ini secara kualitas memang di atas rata-rata nasional. Problemnya di Purworejo adalah terkait kuantitas dan kontinuitas. Lalu kepastian pasar juga tidak kalah penting untuk pemasaran garam kami,” jelasnya.
Menurut Wiyoto, masuknya investor dengan kapasitas produksi besar dan jaringan pasar yang kuat menjadi peluang strategis untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Selain meningkatkan volume produksi, investasi ini juga diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petambak dan pelaku usaha garam lokal.
Pemkab Purworejo berkomitmen terus mendampingi proses investasi hingga terealisasi. Kerja sama dengan PT Surya Menara Salt diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kawasan industri garam modern yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Purworejo sebagai salah satu sentra garam unggulan di Jawa Tengah.(*)








