Kapolres Purworejo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kebon Gunung, Menyatukan Kembali Akses dan Harapan Warga

LOANO, epurworejo.com – Tepuk tangan warga pecah di tepi sungai yang membelah area persawahan Dukuh Sembuh, RT.01/RW.02, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Kamis (04/06/2026). Di tempat yang selama beberapa waktu terakhir menjadi kendala aktivitas petani, kini berdiri kokoh Jembatan Merah Putih Presisi.

Peresmian jembatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra SH SIK MMedKom bersama Kepala Desa Kebon Gunung Fatah Kusumo Handogo dan masyarakat setempat bukan sekadar seremoni. Bagi warga, momen itu menjadi penanda kembalinya akses yang selama ini mereka nantikan.

Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak dan hanyut diterjang banjir. Sejak saat itu, warga, khususnya para petani, harus menghadapi kesulitan saat menuju lahan pertanian maupun mengangkut hasil panen.

Kini, jembatan permanen yang dibangun atas inisiasi Polres Purworejo melalui semangat gotong royong bersama TNI, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat itu kembali menghubungkan harapan warga dengan sumber penghidupan mereka.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bukti bahwa persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kebersamaan.

“Alhamdulillah proses pembangunan jembatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ini merupakan hasil gotong royong dan kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat,” katanya.

Menurut Kapolres, pembangunan jembatan berlangsung hampir tiga bulan. Proses pengerjaan sempat terkendala cuaca dan tingginya debit sungai, namun semangat para pihak yang terlibat tidak pernah surut.

Baca Juga :  Kunker di Kecamatan Grabag dan Kutoarjo, Pjs Bupati Sampaikan Tugas Pokoknya Terpenuhi

“Kalau kita membangun bersama-sama tentu terasa lebih ringan. Buktinya, dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan jembatan ini sehingga dapat membantu masyarakat dalam beraktivitas, terutama petani yang memiliki lahan di wilayah belakang jembatan ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar konstruksi baja dan beton, jembatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan kolaborasi. Keberadaannya akan difungsikan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang mempermudah akses menuju area persawahan sekaligus memperlancar distribusi hasil panen warga.

Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo atau yang akrab disapa Atah, menyebut jembatan itu sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini mendambakan akses yang aman dan memadai.

“Kami mewakili warga Desa Kebon Gunung mengucapkan terima kasih. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena akan mempermudah akses menuju lahan pertanian maupun mengangkut hasil panen,” tuturnya.

Menurut Atah, konstruksi jembatan yang menggunakan besi IWF diharapkan mampu bertahan lama dan menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Di balik kokohnya Jembatan Merah Putih Presisi, tersimpan cerita tentang kebersamaan. Tentang aparat, pemerintah desa, dan warga yang bahu-membahu membangun akses bagi masa depan. Kini, jembatan itu tak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan harapan para petani dengan kesejahteraan yang mereka impikan.

“Harapan kami, sinergi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus berlanjut pada program-program pembangunan lainnya demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Atah. (*)