PURWOREJO, epurworejo.com -Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan studi komparasi ke Kota Probolinggo dan Kota Batu, Jawa Timur, guna memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (16/07/2026) di Kota Probolinggo dan Jumat (17/07/2026) di Kota Batu. Studi komparasi difokuskan pada penguatan kebijakan pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dalam membangun kemitraan dengan FKUB.
Rombongan dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo Nur Huda, S.STP., M.IP., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purworejo Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo Dr. Uan Abdul Hanan, S.Ag., M.Si., Ketua FKUB Kabupaten Purworejo KH. Khabib Soleh, S.Pd.I., beserta jajaran pengurus FKUB.

Di Kota Probolinggo, rombongan diterima Kepala Badan Kesbangpol Kota Probolinggo Muhammad Sonhadji, S.Sos., M.Si., bersama Ketua FKUB Kota Probolinggo Dr. H. Ahmad Hudri, S.T., M.A.P., serta jajaran pengurus FKUB dan pejabat Kesbangpol.
Dalam pemaparannya, Muhammad Sonhadji menjelaskan bahwa menjaga kerukunan umat beragama membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, FKUB, Kementerian Agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tokoh agama. Menurutnya, komunikasi yang intensif, deteksi dini terhadap potensi konflik, serta pembinaan masyarakat menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri memaparkan pengalaman daerahnya dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat moderasi beragama, serta menyelesaikan persoalan sosial keagamaan melalui pendekatan musyawarah.
Keesokan harinya, rombongan melanjutkan studi komparasi ke Kota Batu dan diterima Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Batu yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kota Batu Ahmad Dahlan, S.Sos., M.A.P., didampingi Ketua FKUB Kota Batu Mokhammad Rubai dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu Dr. H. Moh. Zainal Arifin, M.Pd.I.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa keberhasilan menjaga kerukunan di Kota Batu tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Badan Kesbangpol, Kementerian Agama, FKUB, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi itu diwujudkan melalui dialog lintas agama, penguatan moderasi beragama, edukasi masyarakat, deteksi dini konflik, hingga penyelesaian persoalan secara persuasif.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo Ahmad Jainudin mengatakan, kunjungan tersebut memberikan banyak referensi bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memperkuat tata kelola kelembagaan FKUB serta pola kemitraan antarinstansi.
“Kami memperoleh banyak pembelajaran mengenai tata kelola kelembagaan FKUB, pola kemitraan antara Badan Kesbangpol, Kementerian Agama, dan FKUB, serta strategi membangun komunikasi lintas agama yang efektif. Pengalaman ini akan menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memperkuat program kerukunan umat beragama dan menjaga stabilitas sosial,” ungkap Ahmad Jainudin.
Ketua FKUB Kabupaten Purworejo KH. Khabib Soleh menambahkan, hasil studi komparasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan program FKUB ke depan.
“Kerukunan merupakan modal sosial yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, FKUB harus terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Badan Kesbangpol, Kementerian Agama, Forkopimda, serta seluruh tokoh agama untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di kedua daerah berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan saling bertukar pengalaman mengenai praktik-praktik terbaik dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi antardaerah dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan yang kondusif.(*)








