Danan Purnomo Kumpulkan Pimpinan Gereja se-Dapil II, Serap Aspirasi Umat Kristen dan Katolik

Danan Purnomo bersama pemimpin gereja di daerah pemilihan 2 purworejo usai kegiatan reses.

PURWODADI, epurworejo.com – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Dapil II, Danan Purnomo, menjadikan pertemuan dengan para pimpinan gereja sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan reses masa sidang tahun 2026. Melalui forum yang mempertemukan pemuka agama Kristen dan Katolik dari berbagai wilayah di Kecamatan Bagelen, Purwodadi, dan Ngombol, Danan berupaya menyerap aspirasi kelompok masyarakat yang selama ini dinilai jarang tersentuh dalam kegiatan reses.

Menurut Danan, dari enam titik pelaksanaan reses yang digelar, salah satu titik secara khusus diperuntukkan bagi para pemuka agama Kristen dan Katolik. Seluruh pimpinan gereja dari berbagai denominasi, termasuk gereja Kristen Jawa dan gereja lainnya, diundang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

“Saya melihat sektor ini jarang sekali disentuh. Setelah saya tanyakan kepada beberapa pihak, ternyata memang belum pernah ada kegiatan serupa di wilayah Dapil II. Karena itu kami kumpulkan seluruh pimpinan gereja, baik Kristen maupun Katolik, agar aspirasi mereka bisa tersampaikan secara langsung,” kata Danan, Jumat (5/6/2026).

Dari hasil dialog tersebut, sebagian besar masukan berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana peribadatan. Salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan adalah fasilitas penunjang di dalam gereja yang selama ini belum dapat dipenuhi melalui skema bantuan pemerintah.

Menurutnya, terdapat beberapa kebutuhan yang perlu dicari solusi regulasinya, termasuk fasilitas bangku gereja yang menjadi bagian penting dari sarana peribadatan. Pihaknya akan berupaya mengusulkan agar fasilitas tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari prasarana yang melekat pada rumah ibadah.

Baca Juga :  DPRD Purworejo Dorong Penguatan Pengembangan Memorial House WR Soepratman

“Kami akan mencoba mengupayakan dan mengusulkan beberapa kebutuhan yang memang menjadi sarana pendukung kegiatan ibadah. Harapannya ada jalan keluar yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Danan menjelaskan, pendekatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan reses sebelumnya yang juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Menurutnya, pola komunikasi yang melibatkan berbagai unsur keagamaan terbukti lebih efektif dalam menjaring kebutuhan masyarakat lintas agama.

Selain pertemuan dengan para pemuka agama, reses juga dilaksanakan di sejumlah titik lainnya. Dua lokasi secara khusus melibatkan kelompok ibu-ibu, seperti PKK dan komunitas perempuan lainnya. Dari kelompok tersebut, banyak aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan kesenian, seperti alat rebana, hadroh, dan perlengkapan kegiatan seni masyarakat.

Namun demikian, Danan mengakui bahwa usulan bantuan bidang kesenian saat ini masih menghadapi keterbatasan karena adanya kebijakan penundaan penganggaran pada sektor tersebut.

Sementara itu, aspirasi dari titik-titik reses lainnya didominasi kebutuhan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi masyarakat. Usulan yang masuk antara lain terkait sarana dan prasarana pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan sektor peternakan, pembangunan jalan poros desa, jalan desa, hingga Jalan Usaha Tani (JUT).

“Kalau usulan yang lain relatif seperti biasa, mayoritas berkaitan dengan pertanian, peternakan, dan infrastruktur jalan yang memang masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah Dapil II,” kata Danan Purnomo. (*)