KALIGESING, epurworejo.com – Obrolan hangat tentang perjalanan hidup dan perjuangan Wage Rudolf (WR) Soepratman mewarnai kegiatan Ngobrol Bareng di Memorial House WR Soepratman, Dusun Tembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Kamis (27/11/2025).
Acara yang digelar Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo ini diikuti berbagai unsur, termasuk perwakilan dari DPRD Kabupaten Purworejo.
Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Sri Susilowati, hadir bersama anggota Komisi IV lainnya, Erwin Sulistiani dan Muharomah. Dalam kesempatan itu, Sri menyampaikan bahwa meskipun masih kecil, alokasi APBD sudah mulai memberikan kontribusi nyata, salah satunya pembangunan fasilitas MCK di kawasan memorial.
“Selama ini kalau ada tamu dan ingin ke kamar mandi harus menumpang ke rumah warga terdekat, yang jaraknya juga tidak dekat. Dengan pembangunan MCK ini, paling tidak sudah memberikan kenyamanan,” ujarnya.
Sri juga menyoroti perbaikan tata letak kawasan memorial yang dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. DPRD, lanjutnya, sepakat untuk terus mengawal pengembangan Memorial House WR Soepratman agar semakin layak menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.
“Kita ini seharusnya bangga. WR Soepratman adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang melalui seni,” tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan kembali bahwa proses penciptaan lagu Indonesia Raya bukanlah perkara mudah. WR Soepratman harus menyanyikannya tanpa teks demi menghindari penangkapan oleh pemerintah kolonial Belanda.
“Pada saat itu, kalau ada teks lalu diketahui Belanda, dia bisa ditangkap. Bahkan menulis teks Indonesia Raya pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi,” jelas Sri.
Menurutnya, teks dalam lagu kebangsaan tersebut mengandung semangat juang masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda, untuk meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, pengembangan kawasan Memorial House WR Soepratman dianggap penting untuk menjaga sejarah dan menanamkan nilai patriotisme kepada generasi kini.
Kegiatan Ngobrol Bareng ini diharapkan menjadi momentum memperkuat perhatian terhadap situs bersejarah yang menjadi bagian dari identitas Purworejo dan bangsa Indonesia.(*)








