Tiga Tahun Diusulkan, Warga Desak PJU Jalan Diponegoro Grabag Segera Direalisasikan

Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati.

GRABAG, epurworejo.com – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Diponegoro, Kecamatan Grabag, menjadi tuntutan utama masyarakat yang mengemuka dalam kegiatan penjaringan aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Hj. Tursiyati, S.E., pada Masa Persidangan II Tahun 2026.

Usulan tersebut disampaikan warga dari sejumlah desa, yakni Ketawangrejo, Patutrejo, Harjobinangun, Munggangsari, Rejosari, Duduwetan, Dudukulon, dan Pasaranom. Mereka berharap pemasangan PJU segera direalisasikan mengingat usulan tersebut telah diajukan melalui Musrenbang Kecamatan selama tiga tahun berturut-turut namun belum juga terwujud.

“Permintaan PJU di Jalan Diponegoro menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Warga berharap jalan kabupaten tersebut segera memiliki penerangan yang memadai demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Tursiyati, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2026 itu, menjangkau wilayah Kecamatan Grabag, Kutoarjo, dan Butuh. Selain persoalan penerangan jalan, masyarakat juga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur, pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga sosial budaya.

Warga Desa Ketawangrejo mengusulkan perbaikan jalan poros desa dan dukungan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sementara masyarakat Harjobinangun mengharapkan peningkatan sarana olahraga untuk pemuda serta perbaikan sistem pengairan sawah.

Di sektor pertanian, usulan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) disampaikan warga Munggangsari dan Dudukulon. Kelompok tani di Duduwetan, Pasaranom, Kalirejo, dan Tlepokwetan juga meminta bantuan sarana pendukung guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga :  40 Warung Kelontong Dapat Program Warung Z-Mart

Masyarakat Desa Bendungan mengusulkan pembangunan jembatan serta bantuan bagi kelompok olahraga dan peternak. Warga berharap adanya bantuan ternak kambing maupun sapi untuk mendukung perekonomian keluarga.

Sementara di wilayah Kecamatan Kutoarjo, aspirasi yang mengemuka didominasi kebutuhan penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Usulan tersebut datang dari warga Bayem, Sidarum, Kiyangkongrejo, dan Semawung.

Dukungan terhadap pelaku usaha mikro juga menjadi perhatian masyarakat. Warga Pacor dan Senepo mengusulkan bantuan modal usaha bagi UMKM. Aspirasi serupa disampaikan warga Kutoarjo, Tunggorono, Tepus, Katerban, Wirun, Kaligesing, dan Senepo yang berharap adanya program penguatan permodalan untuk mengembangkan usaha mereka.

Pada sektor sosial budaya, masyarakat Ketug dan Lugurejo mengusulkan bantuan bagi kelompok kesenian. Sedangkan warga Wonoenggal dan Senepo berharap mendapatkan dukungan peralatan hadroh untuk menunjang kegiatan keagamaan dan seni budaya di desa.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan berbagai bantuan lain seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), alat pertukangan, peralatan kesenian hadroh, hingga bantuan peternakan.

Tursiyati menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah maupun melalui pokok-pokok pikiran DPRD.(*)