IMFEST 2025 : Ketika Nilai Agama dan Kemanusiaan Berubah menjadi Aksi Nyata di Lingkup Panti Asuhan

MALANG – Di era gaya hidup individualis yang chaos akibat pengaruh dari media sosial dan adanya tekanan ekonomi, sebuah program kerja berupa kegiatan mahasiswa membuktikan bahwa adanya nilai agama dan kemanusiaan masih menjadi landasan nyata kepedulian sosial.

IMFEST 2025, program kerja tahunan ISSC FISIP Universitas Brawijaya (UB), mengambil jalan yang beda dari lainnya, tidak hanya membagikan sembako, tetapi bagaimana cara mahasiswa membangu interaksi bermakna dengan anak-anak panti asuhan.

Tema “CITA-CITA” yang diangkat bukan hanya sebuah slogan. “Kami memilih tema ‘CITA-CITA’ agar lebih inklusif, agar kami bisa lebih sayang kepada sesama, sayang pada anak yatim piatu, dan orang yang membutuhkan, sejalan dengan ajaran agama islam,” kata Hanifa Yumma, Ketua Pelaksana IMFEST 2025, saat diwawancarai di Malang, April 2026.

Dari Car Free Day hingga Puncak Acara di Panti Asuhan, IMFEST 2025 dimulai di ruang publik: Car Free Day (CFD). Di sana, ISSC menyediakan pos pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan gula darah yang bekerja sama dengan klinik lokal, sambil juga mengumpulkan donasi secara langsung dan online. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan pada acara puncak di Panti Asuhan Akhlaqul Karimah, Malang.

“Kami tidak hanya memberikan sembako dan uang, tetapi juga mengadakan kegiatan menarik untuk anak-anak, seperti menghias kue, mengisi Pohon Cita-cita, dan makan bersama,” ujar Hanifa.

Acara puncak diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur, serta sesi pidato motivasi untuk membangkitkan semangat anak-anak panti dalam mengejar mimpi mereka.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Tari, Kelompok Jaran Kepang Purworejo Ikuti Workshop

Kegiatan IMFEST 2025 menjadi nilai agama tidak sekadar sebagai pelengkap acara, tetapi menjadi jiwa dan dasar dari semua kegiatan yang berlangsung: dakwah dan syiar yang inklusif (Rahmatan Lil ‘Alamin) serta budaya kritis yang berbasis iman (Tholabul ‘Ilmi & Tafakur). IMFEST mengubah pesan-pesan keislaman menjadi bentuk kreatif dan modern melalui talkshow, karya seni, atau lomba, serta mendorong tradisi berdiskusi dan mencari ilmu untuk memberi solusi bagi generasi muda. Nilai-nilai agama membimbing diskusi agar mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan, tetapi juga merenungkan fenomena sosial dan mencari kebenaran yang bermanfaat bagi banyak orang.

IMFEST pada dasarnya kegiatan berjangka namun bersifat sementara, namun relawan dan panitia yakin nilai-nilainya berdampak positif jangka panjang bagi emosi dan psikologi penerima manfaat.

“Kehadiran kami menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Ada kakak-kakak mahasiswa dan masyarakat yang peduli pada masa depan mereka (anak-anak yatim piatu). Harapannya, interaksi dan motivasi ini memantik semangat mereka untuk terus belajar dan berani bermimpi tinggi,” terang Sandi.

Panitia menghadapi tantangan seperti lokasi panti, konsep acara, dan pendanaan yang diatasi dengan komunikasi langsung, bantuan anggota berpengalaman, sponsor, dan poster donasi. Ke depannya ISSC berencana program berkelanjutan seperti mentoring pendidikan dan pelatihan keterampilan, sehingga IMFEST menjadi model pengabdian sosial yang nyata bukan hanya seremonial dan berpotensi direplikasi di komunitas lain. (*)

Penulis: Oleh : Reva Putri, Azizatul Aisya, Gayatri Sofiyanti, Sandi Ardi Pramana, Stanislaus Suluh — Ilmu Pemerintahan FISIP UBEditor: -