PURWOREJO, epurworejo.com – Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH mengukuhkan 112 orang Pengurus Polosoro Kabupaten Purworejo masa bakti 2026-2030 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (01/09/2026). Mengusung tema “Polosoro Jaya, Purworejo Guyub Rukun”, pelantikan tersebut menjadi momentum penting penguatan peran Polosoro sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta Camat se Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti berharap kepengurusan Polosoro Periode 2026–2030 dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan turut mendukung terwujudnya Purworejo BERSERI.
“Jadikan Polosoro sebagai organisasi yang solid dan memberikan manfaat nyata bagi desa. Dengan semangat gotong royong, mari kita terus bergerak membangun desa dan Kabupaten Purworejo,” ucapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Kepala desa dan perangkat desa merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, ia berharap Polosoro terus menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan penyampaian aspirasi pemerintah desa.
Lebih lanjut Bupati juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mendukung terwujudnya program-program pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Mari kita bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan di desa, baik dalam pelayanan masyarakat, pembangunan, maupun peningkatan kesejahteraan,” harapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepengurusan lama Polosoro atas kinerja baik, sinergi dan kontribusi yang selama ini ditunjukkan.
Sementara itu, Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo masa bakti 2026-2030 terlantik, Andhi Prasetyawan menegaskan kesiapan organisasi untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan dengan mendorong kepala desa dan perangkat desa untuk memperkuat sinergi serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
Menurut Andhi, pembangunan Kabupaten Purworejo memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan desa. Karena itu, desa perlu terus diperkuat agar mampu menjadi fondasi pembangunan daerah.
Ia juga berkomitmen menjaga marwah Polosoro sebagai organisasi yang terbuka dan komunikatif. Sikap kritis tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol dan penyampaian aspirasi, namun harus dilakukan secara santun serta konstruktif.
“Kebijakan yang baik bagi masyarakat akan kami dukung. Namun apabila ada program yang membutuhkan kolaborasi, akan kami kawal bersama. Jika ada permasalahan, kami akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” lanjutnya.(*)








