Post ADS 1

Pasar Kedungsri Eksis, Penataan dan Kebersihan Terabaikan

Los pedagang ikan di bagian belakang Pasar Kedungsri Butuh.

BUTUH, epurworejo.com – Kondisi Pasar Kedungsri yang berada di Desa Kedungsri, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Meski pasar tersebut tergolong ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, namun kondisi fasilitas yang ada belum memadai dan perlu segera dibenahi.

Hal tersebut terungkap saat Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo melakukan kegiatan pengawasan dalam daerah (pandas) di Pasar Kedungsri, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, didampingi anggota komisi Hendro Susilo, Sokhibal Untung, Abtadiussolikin, dan Sumitro. Rombongan juga didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Anandito.

Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi Pasar Kedungsri serta menginventarisasi sejumlah persoalan yang masih perlu dibenahi.

“Dari hasil pantauan kami, masih ada beberapa hal yang memang membutuhkan penataan. Salah satunya adalah penempatan los pedagang yang masih bercampur antara pedagang makanan jajanan UMKM, pedagang ayam, tahu, dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditata agar ke depan pasar menjadi lebih tertib dan higienis. Pemisahan antara pedagang bahan pangan basah seperti ayam dengan pedagang makanan siap saji dinilai penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

“Supaya bau-bauan dari ayam tidak bercampur dengan makanan. Ini demi kebersihan dan kesehatan, sehingga pasar menjadi lebih higienis,” tambahnya.

Baca Juga :  Cegah Pelanggaran ASN dan Sumbatan Komunikasi, BKPSDM Buka Ruang Layanan Konsultasi

Selain itu, Tursiyati juga menyoroti kondisi fasilitas umum di pasar yang masih kurang memadai. Ia menyebut masih banyak genangan air di sejumlah titik yang membuat lingkungan pasar terlihat kumuh dan kurang nyaman, terutama di bagian blok belakang pasar.

“Di bagian belakang itu kami melihat ada pedagang ikan air, namun saluran pembuangannya masih kurang. Di depan saja sudah kurang nyaman, apalagi di bagian belakang. Ini perlu penataan serius, baik kebersihan, saluran pembuangan air, maupun pengelolaan sampah,” jelasnya.

Meski demikian, Komisi III DPRD Purworejo mengapresiasi eksistensi Pasar Kedungsri yang dinilai masih sangat ramai dan diminati masyarakat. Banyaknya pedagang dan pengunjung menunjukkan pasar tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Kami melihat pedagangnya banyak, pasar ini eksis dan ramai. Ini sejalan dengan visi misi kepala daerah Purworejo yakni ‘Rame Pasare’. Komisi III DPRD Purworejo sangat mendukung program tersebut,” tegas Tursiyati.

Ia menambahkan, ramainya pasar harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang layak. Terlebih, para pedagang di Pasar Kedungsri dinilai ramah, akrab dengan pembeli, serta menyediakan beragam jenis barang dagangan.

“Kalau pasarnya sudah ramai, pedagangnya ramah, dan jenis dagangannya lengkap, tentu akan semakin baik jika didukung fasilitas yang memadai,” jelas Tursiyati. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed