PURWOREJO, epurworejo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo diminta untuk tetap fokus pada pembangunan infrastruktur meskipun sedang menghadapi tekanan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Berkurangnya dana transfer, baik Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU), membuat berbagai target pembangunan terancam sulit tercapai.
Ketua Komisi II DPRD Purworejo, Alipman Syafii, menegaskan pentingnya konsistensi Pemkab dalam menjaga prioritas pembangunan, terutama pada sektor jalan, irigasi, jembatan, dan gedung. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang ada saat ini membutuhkan penanganan serius agar tidak semakin tertinggal.
Berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), capaian jalan mantap di Purworejo baru menyentuh 62 persen dari target 85 persen pada tahun 2025.
“Masih banyak jalan yang harus ditangani, baik melalui pemeliharaan, rehabilitasi, maupun peningkatan,” ujar Alip, Jumat (28/11/2025).
Ia menyebutkan bahwa penurunan dana transfer dari pusat menjadi penyebab utama capaian tersebut tak sesuai rencana. Kondisi ini membuat alokasi anggaran untuk infrastruktur ikut tertekan.
“Semua tergantung anggarannya. Karena anggarannya kurang, maka capaiannya tidak sesuai target,” tegasnya.
Meski dalam kondisi serba terbatas, Komisi II DPRD mendorong OPD teknis agar tetap melakukan penanganan sementara, seperti pemeliharaan jalan berlubang dan irigasi, guna mencegah kerusakan semakin meluas.
Alip juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menopang pembangunan ke depan. Ia menegaskan bahwa idealnya, alokasi anggaran infrastruktur mencapai 40 persen dari total APBD.
“Peningkatan PAD atau sumber anggaran tambahan sangat berpengaruh untuk mengejar ketertinggalan pembangunan ini,” tutup Alip.(*)
Baca Berita Pantura


















