Permainan Tradisional Semarakkan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di SMPN 24

KALIGESING, epurworejo.com – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di SMPN 24 Purworejo. Seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX bersama dewan guru mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah pada pagi hari, diawali dengan pembiasaan doa pagi dan pembacaan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan apel di lapangan utama sekolah.

Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Samsudin, S.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menyayangi dan melindungi anak-anak serta memberikan bekal terbaik bagi masa depan mereka. Pesan tersebut selaras dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayangi, Lindungi, dan Bangun Masa Depan.”

Usai apel, seluruh peserta mengikuti kegiatan jalan sehat dengan rute pendek mengelilingi lingkungan sekolah, tepatnya di kawasan Dusun Jeruk Purut. Kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat melalui olahraga, menjaga kebugaran tubuh, mengenalkan lingkungan sekitar sekolah, sekaligus membiasakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) kepada masyarakat yang ditemui selama perjalanan.

Kemeriahan HAN semakin terasa dengan digelarnya berbagai lomba permainan tradisional antarkelas. Salah satu permainan yang paling menarik perhatian adalah Gobag Sodor, yang mengajarkan pentingnya kerja sama tim, strategi, kelincahan, serta kemampuan berpikir cepat untuk meraih kemenangan.

Di lapangan basket, peserta didik mengikuti lomba engklek yang diikuti oleh lima siswa putra dari setiap tim. Permainan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat ini ternyata mampu membangkitkan antusiasme peserta didik dan menjadi hiburan yang menyenangkan.

Baca Juga :  Polres Siapkan 106 Personel Antisipasi Kerawanan

Sementara itu, di aula sekolah diselenggarakan lomba dakon yang diikuti oleh peserta didik putri. Permainan tradisional tersebut menghadirkan suasana kompetitif sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan menyusun strategi.

Ketua panitia kegiatan, Liya Daniaristy, S.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan berbagai permainan tradisional tidak hanya bertujuan memberikan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga memperkenalkan kembali permainan warisan budaya yang mulai jarang dimainkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi momen bagi peserta didik untuk beristirahat sejenak dari penggunaan gawai, memperoleh pengalaman berkompetisi secara sehat, belajar berkolaborasi, membangun kerja sama, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan semangat juang.

Kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional di SMPN 24 Purworejo semakin lengkap dengan pembagian lebih dari 130 doorprize yang dipersembahkan oleh bapak dan ibu guru. Hadiah tersebut menambah semangat dan kebahagiaan peserta didik sepanjang rangkaian kegiatan.

Seluruh kegiatan berlangsung lancar sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Momentum Hari Anak Nasional ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mempererat hubungan antara guru dan peserta didik melalui kebersamaan yang penuh makna.

Kepala SMPN 24 Purworejo, Enang Kuncoro, S.Pd., M.Pd., berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan menyenangkan. Ia juga berharap nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, kepedulian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa yang ditanamkan melalui permainan tradisional dapat terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan.(*)