Purworejo Serius Kejar Medali Porprov 2026, Atlet Paralayang Digembleng di Wonogiri

PURWOREJO, epurworejo.com – Atlet Paralayang Kabupaten Purworejo yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 mengikuti ajang Wonogiri Paragliding Accuracy Competition dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri, Minggu (17/5/2026).

Kompetisi yang diikuti atlet-atlet Porprov dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah tersebut dimanfaatkan sebagai ajang try out untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan keterampilan atlet menjelang Porprov 2026.

Ketua Pengcab Paralayang Purworejo, Rahman Hendi Hidayat, mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan memetakan kekuatan calon lawan.

“Ini kesempatan bagus bagi atlet kami untuk mengasah skill dan juga membaca kekuatan lawan,” ujarnya.

Menurut Rahman, persaingan antar atlet paralayang di Jawa Tengah cukup ketat. Namun, disiplin dan konsistensi latihan menjadi faktor utama dalam meraih prestasi. Selain latihan rutin, uji tanding atau try out juga diperlukan untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet.

Ia menambahkan, dukungan penuh dari KONI Kabupaten Purworejo menjadi motivasi tersendiri bagi atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026.

“Try out menjadi salah satu kesempatan bagi kami untuk memantapkan diri menghadapi Porprov 2026 mendatang,” jelasnya.

Rahman mengungkapkan, berdasarkan komunikasi dengan sejumlah daerah lain, tidak semua kabupaten dan kota memberikan kesempatan try out kepada atletnya. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kesiapan mental atlet.

Baca Juga :  Diberi Sepeda Kesayangan Bupati, Wasit Bernadzar Akan Dipakai Berangkat Kerja

“Setidaknya calon lawan mengetahui keseriusan KONI Kabupaten Purworejo dalam menghadapi Porprov mendatang,” katanya.

Sementara itu, atlet paralayang Purworejo, Iqbal Satya Gumilang, mengatakan dirinya akan turun pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) Perorangan B dan KTM Beregu B pada Porprov 2026.

Menurutnya, nomor ketepatan mendarat membutuhkan jam terbang yang tinggi sehingga atlet harus rutin berlatih di berbagai lokasi. Selain di Bruno, Purworejo, latihan juga dilakukan di Magelang, Karanganyar, Wonogiri, dan Semarang.

Iqbal mengaku mendapat pengalaman berharga saat mengikuti kompetisi di Wonogiri. Kondisi termal yang cukup besar serta padatnya lalu lintas penerbangan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

“Di Wonogiri kemarin termalnya cukup besar. Trafik penerbangan yang sudah diatur ternyata cukup sulit untuk maju mendekat ke area landing. Saya harus menunggu peserta di depan saya untuk mendarat. Bagi atlet, mental dalam menghadapi perubahan cuaca seperti ini ternyata sangat menentukan,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang try out, atlet Paralayang Purworejo diharapkan semakin siap secara teknik maupun mental untuk bersaing dan meraih prestasi pada Porprov Jawa Tengah 2026.(*)