Roy Adinata : Perlu Pembentukan Branding Kuat Agar Kopi Purworejo Miliki Identitas Yang Jelas di pasar

Anggota Komisi III DPRD Purworejo Roy Adinata dan Abtadiussolikin menjadi narasumber di omah Kopi Donorejo Kaligesing.

KALIGESING, epurworejo.com – Purworejo menyimpan potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi, baik dari sisi geografis, iklim, maupun tradisi budaya masyarakatnya. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Kopi bagi para penggiat kopi di Kecamatan Kaligesing, bertempat di Rumah Kopi Donorejo, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinperintransnaker, Dr Sukmo Widi SH MMHarwanto, dengan menghadirkan narasumber dari DPRD Purworejo serta praktisi kopi dari Wonosobo.

Anggota Komisi III DPRD Purworejo, Roy Adinata Susanto, yang tampil sebagai narasumber menegaskan bahwa Kopi Purworejo memiliki karakter cita rasa yang khas dan berpeluang menjadi produk unggulan daerah jika dikelola dengan baik.

“Tantangan utama yang kita hadapi saat ini adalah konsistensi dan standar mutu. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, kualitas menjadi penentu utama apakah produk kita mampu bersaing atau tidak,” ujarnya.

Roy menjelaskan bahwa pengendalian mutu kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik budidaya yang baik, proses panen yang tepat, pengolahan pascapanen yang sesuai standar, hingga pengemasan dan penyimpanan.

Baca Juga :  Pemkab Diminta Fokus pada Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

Ia pun mengapresiasi langkah Dinperintransnaker yang dinilai sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi, memperkenalkan standar mutu nasional maupun internasional, serta mendorong praktik pengolahan kopi yang lebih profesional.

“Ini adalah langkah penting agar Kopi Purworejo tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, Roy menyatakan komitmen DPRD untuk mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan kopi lokal, mengawal anggaran pelatihan dan pemberdayaan petani, serta memfasilitasi kemitraan antara petani, pelaku usaha, dan pasar. Ia juga mendorong pembentukan branding yang kuat agar Kopi Purworejo memiliki identitas yang jelas di pasar.

Roy berharap melalui kegiatan ini kualitas Kopi Purworejo semakin meningkat, petani dan pelaku usaha mendapatkan nilai tambah yang lebih baik, serta terbangun ekosistem kopi yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (*)