Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1

PT Mahardika Adidaya Bangun Kebun Kelapa Terintegrasi di Purworejo

PURWOREJO, epurworejo.com – Kabupaten Purworejo bakal memiliki kawasan perkebunan kelapa terpadu setelah investor dari PT Mahardika Adidaya resmi menjalin kerja sama pemanfaatan lahan milik daerah.

Proyek yang berlokasi di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, ini akan menggabungkan konsep perkebunan kelapa, wisata, serta pengolahan hasil kelapa dalam satu kawasan.

Dengan masuknya investasi ini, Purworejo diproyeksikan memiliki kawasan terpadu yang menggabungkan perkebunan kelapa, industri pengolahan, dan pariwisata, sekaligus mendukung program nasional penguatan ketahanan pangan dan sektor agroindustri.

Penandatanganan dilaksanakan di Pringgitan Pendapa Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (3/12), dihadiri Bupati Purworejo, perwakilan pihak investor serta sejumlah pejabat Pemda.

Perwakilan PT Mahardika Adidaya, Beny Surahman, mengatakan bahwa pihaknya melihat Purworejo memiliki potensi besar untuk pengembangan kelapa. Perusahaannya membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar, sementara suplai nasional masih terbatas.

“Kami di sini ingin memanfaatkan lahan di Purworejo dengan konsep penanaman pohon kelapa, wisata, sekaligus pembangunan semi pabrik pengolahan produk seperti kopra. Produksinya terintegrasi, mulai dari edukasi, penanaman, hingga pengolahan,” ujar Beny.

Ia menyebut entitas perusahaan saat ini sudah beroperasi di Surabaya dan Tangerang. Semua bagian kelapa—mulai dari serabut, batok, hingga air kelapa—dapat diserap oleh perusahaan. Kekurangan bahan baku membuat PT Mahardika Adidaya bahkan sempat mengimpor santan dari Thailand.

“Dengan kerja sama ini, kami harap dapat memperluas penanaman. Bukan hanya 10 hektare, tahun depan bisa kami kembangkan lebih jauh agar memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pekerjaan awal akan dimulai Januari mendatang berupa perataan lahan, dengan target pembangunan kawasan mencapai lima bulan. Pada tahap pertama, perusahaan akan merekrut 60 tenaga kerja lokal. Perusahaan juga akan mendorong kolaborasi dengan kelompok tani setempat melalui pendampingan dan penyediaan bibit untuk lahan-lahan yang belum digarap optimal.

Baca Juga :  KDMP Jadi PSN, Desa-desa di Purworejo Terjepit Soal Ketersediaan Lahan

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan bahwa pemerintah daerah memastikan seluruh pemanfaatan barang milik daerah dilakukan secara tertib administrasi dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kerja sama ini menjadi tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Saya berharap PT Mahardika Adidaya menjalankan komitmennya, khususnya di sektor lingkungan, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Yuli.

Ia memastikan Pemda akan mengawal seluruh proses agar berjalan transparan dan akuntabel.

Kepala DPMPTSP Purworejo, Gatot Suprapto, menjelaskan bahwa perjanjian pemanfaatan lahan ini dilakukan melalui mekanisme sewa tanah milik daerah seluas sekitar 15 hektare. Dari total lahan tersebut, 10 hektare digunakan untuk kebun kelapa dan 5 hektare untuk kawasan wisata.

“Investasi ini bersifat jangka panjang karena kelapa baru bisa dipanen minimal dalam tiga tahun. Namun selama itu juga dimungkinkan bahan baku bisa diambil dari sejumlah kebun kelapa milik petani Purworejo. Kami siap menyambut karena Purworejo membutuhkan lebih banyak investor masuk,” kata Gatot.

Konsep wisata yang direncanakan mencakup area camping, restoran, dan kafe yang memanfaatkan panorama sunset di kawasan pantai selatan Purworejo. Selain perkebunan, investor juga akan membangun fasilitas pengolahan kelapa seperti produksi kopra dan potensi pengembangan turunan lainnya.

Menurut Gatot, manfaat langsung bagi daerah meliputi pendapatan dari sewa lahan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

“Lokasinya strategis dan potensial, dan ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Purworejo,” tegasnya. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed