Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1

Cegah Wabah PMK, DKPP Purworejo Gencarkan Vaksinasi Ternak Sapi

Tim medik dan paramedik veteriner DKPP saat melakukan vaksinasi hewan milik warga.

PURWOREJO, epurworejo.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus menggiatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah dengan populasi ternak tinggi.

Kabid Kesehatan Hewan & Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, Drh Sri Widartik MM mengatakan, kegiatan vaksinasi PMK telah dilaksanakan sejak awal Februari 2026. Pada pekan ini, vaksinasi digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, dengan menerjunkan empat tim vaksinator setiap harinya.

“Setiap tim terdiri dari medik dan paramedik veteriner yang ditugaskan untuk menjangkau wilayah-wilayah sentra peternakan sapi,” kata Sri Widartik, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, vaksin PMK yang digunakan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan diproduksi di dalam negeri oleh Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma). Vaksin tersebut hanya diberikan kepada ternak yang memenuhi syarat kesehatan.

“Ternak yang divaksin adalah ternak sehat, tidak sedang bunting, serta untuk pedet atau cempe sudah lepas sapih,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Peluncuran “Ikhlas Tujuane”, Band Staycoustik Berbagi Kebahagiaan di Purworejo

Saat ini, DKPP Kabupaten Purworejo telah menerima sebanyak 1.925 dosis vaksin PMK dari target total 6.000 dosis. Vaksinasi akan terus dilanjutkan seiring dengan pendistribusian vaksin tahap berikutnya.

Selain vaksinasi, DKPP Purworejo juga melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para peternak terkait manajemen kandang dan transportasi ternak sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK.

Peternak diimbau untuk tidak menjual ternak yang sakit serta menunda pembelian ternak baru dari pasar hewan. Pasalnya, lalu lintas ternak yang tidak terkontrol menjadi salah satu faktor utama munculnya kembali kasus PMK.

“Kami juga mengingatkan agar peternak tidak panik apabila ternaknya menunjukkan gejala PMK dan segera melaporkannya ke petugas kesehatan hewan atau Puskeswan terdekat,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, DKPP Kabupaten Purworejo mengimbau peternak untuk rutin membersihkan dan melakukan desinfeksi kandang, mengisolasi ternak baru minimal selama 14 hari, melakukan vaksinasi PMK secara berkala, serta memastikan setiap pengangkutan ternak dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner.(*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed