PURWOREJO, epurworejo.com – Jembatan yang menghubungkan Desa Plipir dan Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, mulai dimanfaatkan masyarakat pada Senin (9/3/2026). Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, khususnya dalam mengakses lahan pertanian serta memperlancar hubungan antar desa.
Danrem 072/Pamungkas, Bambang Sujarwo, SH MSos MM mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui TNI AD yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Semoga keberadaan jembatan ini bisa bermanfaat, khususnya bagi warga Plipir dan Pacekelan. Kami berharap jembatan ini dirawat dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi ketentuan penggunaan jembatan, terutama tidak melebihi kapasitas yang telah ditetapkan.
“Ada ketentuan yang harus diikuti, jangan sampai over kapasitas agar jembatan bisa tahan lama. Mari dijaga bersama karena jembatan ini dibangun untuk memudahkan akses masyarakat ke lahan pertanian dan memperlancar hubungan antar desa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Terima kasih kepada TNI AD mulai dari tingkat Kodim hingga Mabes yang telah memberikan bantuan pembangunan jembatan ini. Terima kasih juga kepada Presiden Prabowo yang telah menginisiasi program Jembatan Merah Putih,” ungkapnya.
Dion menjelaskan, sebelumnya akses antara permukiman warga dan lahan pertanian di Desa Plipir cukup sulit karena terpisah oleh sungai.
“Dulu antara lahan pertanian dan pemukiman itu terpisah. Dengan adanya jembatan ini, sekarang akses menjadi lebih mudah, dapat meminimalkan beban produksi masyarakat, sekaligus menghubungkan dengan Desa Pacekelan,” jelasnya.
Dandim 0708/Purworejo, Ketut Hendra Budiharja, menambahkan bahwa pembangunan jembatan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 45 hari.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter, lebar 1,20 meter, serta ketinggian sekitar 6 meter dari permukaan sungai. Keberadaannya kini menjadi akses penting bagi masyarakat dua desa dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama sektor pertanian. (*)








