BRUNO, epurworejo.com – Peningkatan kualitas jalan di wilayah Kecamatan Kemiri dan Bruno menjadi perhatian Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, S.Sos., M.AP. Dalam kegiatan pengawasan dalam daerah, Kamis (5/11/2026), Tunaryo turun langsung memantau progres pekerjaan sekaligus mengingatkan pelaksana agar menjaga kualitas dan kuantitas hasil pembangunan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni pekerjaan peningkatan jalan ruas Cepedak-Karanggedang-Kemranggen Paket II. Dalam monitoring tersebut, Tunaryo didampingi Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Purworejo, Muhammad Ngadnan.
Tunaryo menyebutkan, berdasarkan laporan progres pekerjaan, peningkatan jalan tersebut telah mencapai 21 persen. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan progres sebelumnya yang tercatat sebesar 13 persen.
Meski demikian, ia meminta agar percepatan pekerjaan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas. Terlebih, ruas jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kita menginstruksikan dan meminta agar kualitas dan kuantitas pekerjaan benar-benar diperhatikan. Harapan kita, sebelum musim hujan tiba, pengaspalan sudah berjalan. Karena jalan ini benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Tunaryo.
Ia juga menyoroti keberlanjutan peningkatan jalan di wilayah Desa Karanggedang. Menurutnya, ruas tersebut sebelumnya merupakan jalan poros desa yang kemudian statusnya ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. Realisasi peningkatannya mulai dilaksanakan pada 2026, meskipun masih menyisakan sekitar 1,4 kilometer yang belum tertangani.
Tunaryo berharap masyarakat Karanggedang tidak merasa ditinggalkan dalam pembangunan infrastruktur jalan. Ia mendorong agar sisa ruas tersebut dapat kembali diperjuangkan sehingga bisa dituntaskan pada tahun anggaran berikutnya.
“Kita berharap masyarakat Karanggedang tidak merasa ditinggal atau tertinggal. Ini dulunya jalan poros, kemudian statusnya dinaikkan menjadi jalan kabupaten dan alhamdulillah pada 2026 sudah mulai terealisasi. Memang belum tuntas, masih ada sekitar 1,4 kilometer. Mudah-mudahan pada 2028 sisa tersebut bisa diselesaikan,” jelasnya.
Dalam monitoring itu, Tunaryo juga mengapresiasi partisipasi warga yang secara sukarela menghibahkan sebagian tanahnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan, khususnya pembangunan talud.
Ia menjelaskan, sebelum penganggaran dilakukan, pemerintah telah berkomunikasi dengan pihak desa dan warga terkait kemungkinan berkurangnya sebagian lahan yang berbatasan dengan jalan kabupaten tersebut.
Hasilnya, warga bersedia memberikan sebagian tanahnya tanpa keberatan demi kelancaran pembangunan. Luas tanah yang dihibahkan diperkirakan memiliki panjang sekitar 25 meter dengan lebar bervariasi dan bagian terlebar mencapai sekitar 1,5 meter.
“Alhamdulillah, warga dengan sukarela dan senang hati memberikan sedikit tanahnya untuk pembangunan, khususnya talud. Ini tentu menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur di wilayahnya,” kata Tunaryo.
Menurutnya, partisipasi masyarakat seperti itu menjadi dukungan penting dalam pembangunan daerah. Terlebih, peningkatan jalan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih baik.(*)








