PURWOREJO, epurworejo.com – Drainase di Kelurahan Baledono Kecamatan Purworejo, tepatnya di kawasan Jembatan AMPI atau proliman Baledono, bakal mendapat penanganan. Drainase yang selama ini tidak berfungsi optimal tersebut menjadi salah satu usulan anggota DPRD Purworejo dari daerah pemilihan setempat.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKB H Much Dahlan saat peninjauan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo, Jumat (10/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi drainase yang selama ini menjadi persoalan bagi warga.
“Drainasenya memang tidak berfungsi. Sedimentasinya tinggi sekali dan salurannya masih berupa tanah,” kata Much Dahlan.
Panjang saluran yang akan ditangani diperkirakan sekitar 100 meter. Kondisi drainase yang tidak berfungsi membuat air kerap meluap ketika hujan deras. Air bahkan menggenangi badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
“Sering banjir meluap. Airnya sampai meluap ke jalan,” katanya.
Ia memastikan perbaikan drainase tersebut akan ditangani tahun ini. Penangganan ini dibiayai menggunakan APBD 2026.
“Untuk drainase itu tahun ini. Kemarin PUPR sudah datang untuk memastikan masalahnya,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan drainase di kawasan tersebut cukup penting karena arus lalu lintas di sekitar Proliman-Baledono semakin ramai. Ruas tersebut juga menjadi salah satu jalur alternatif yang banyak digunakan masyarakat, termasuk kendaraan yang menuju arah Magelang.
Selain drainase, ia juga menyoroti kebutuhan pelebaran jalan di kawasan tersebut. Namun, rencana itu dinilai membutuhkan kajian dan solusi karena terdapat bangunan maupun rumah milik warga yang berada di sisi jalan.
“Sekarang arusnya sudah ramai sekali. Ke depan perlu ada pelebaran di situ. Tapi kalau pelebaran dan pelurusan, tentu harus ada solusi karena ada rumah pribadi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan telah mengusulkan perbaikan kaca cembung yang berada di kawasan Proliman karena kondisinya sudah rusak. Keberadaan kaca cembung dinilai penting untuk membantu pengguna jalan melihat kondisi arus lalu lintas, terutama di titik yang memiliki keterbatasan pandangan.
Sementara itu, penanganan drainase di ruas menuju Candi, termasuk kawasan dekat kolam renang dan depan musala, juga dinilai perlu dilakukan. Namun, persoalan tersebut membutuhkan pembahasan lebih lanjut karena terdapat sejumlah bagian saluran yang telah tertutup bangunan.
“Kalau memang sudah ada kesepakatan warga, nanti bisa dinormalisasi supaya drainasenya kembali berfungsi,” ungkap Much Dahlan. (*)








