BLORA, epurworejo.com – Kontingen aeromodelling Kabupaten Purworejo mulai menunjukkan persaingan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Dua atletnya, Deddy Indratno dan Jati Putranto, berhasil menembus 20 besar pada nomor OHLG dan F1H yang dipertandingkan di Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil pertandingan, Deddy Indratno menempati peringkat ke-16 pada nomor OHLG dan peringkat ke-17 pada nomor F1H. Sementara itu, Jati Putranto berada di posisi ke-17 pada OHLG dan peringkat ke-16 pada F1H.
Manager Aeromodelling Purworejo, Veronika Arnawati mengatakan, bahwa kedua atlet tersebut menjalani pertandingan dalam dua sesi pada Minggu (25/10/2026). Pada sesi pagi, mereka turun di nomor OHLG, sedangkan sesi siang dilanjutkan dengan nomor F1H.
Lanjutnya, meski belum berhasil menembus posisi teratas, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk meningkatkan performa pada pertandingan berikutnya.
Veronika menjelaskan, OHLG merupakan nomor aeromodelling yang mengandalkan penerbangan bebas dengan cara melemparkan pesawat model menggunakan tangan. Sementara itu, F1H merupakan nomor penerbangan bebas yang menggunakan metode tarik untuk membantu pesawat mencapai ketinggian sebelum terbang tanpa kendali jarak jauh.
Menurutnya, kedua nomor tersebut membutuhkan ketepatan teknik, konsentrasi, serta kemampuan atlet membaca kondisi angin dan cuaca. Faktor alam menjadi tantangan tersendiri karena sangat memengaruhi arah, kestabilan, dan durasi penerbangan pesawat model.
Diungkapkan, memasuki pertandingan Senin (26/10/2026), Aeromodelling Purworejo kembali menyiapkan atlet untuk berlaga pada dua nomor berbeda. Pada sesi pagi, Deddy dan Abrian dijadwalkan turun di kelas F1A.
Sementara itu, pada sesi siang, Abrian bersama Oscar Panji akan bertanding di kelas F3J INA.
Veronika berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan merealisasikan target medali yang telah diprediksi tim sebelumnya.
“Harapannya, besok bisa mendapatkan medali seperti prediksi kita. Semoga alam juga mendukung, karena faktor alam sangat berpengaruh,” harapnya.
Veronika menambahkan, keberhasilan dalam olahraga aeromodelling tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atlet, tetapi juga kecermatan membaca perubahan kondisi angin. Atlet harus mampu menyesuaikan strategi dengan situasi di lapangan agar pesawat model dapat terbang optimal.
Lebih lanjut, dengan persiapan yang telah dilakukan, tim Aeromodelling Purworejo optimistis masih memiliki peluang memperbaiki hasil pada nomor pertandingan berikutnya. Dukungan cuaca yang bersahabat, ketenangan atlet, serta ketepatan strategi diharapkan menjadi modal penting untuk bersaing memperebutkan medali Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
“Saya berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal sehingga target yang telah ditetapkan tim bisa tercapai,” jelasnya. (*)








