Dari Krandegan Bayan untuk Masa Depan, Saat Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an Menorehkan Prestasi dan Mengukir Harapan

BAYAN, epurworejo.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman SD Tahfidz Qur’an (SDTQ) Nuurul Waahid Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Di bawah langit cerah dan iringan doa para orang tua, puluhan siswa berdiri tegap mengenakan pakaian wisuda. Bukan sekadar merayakan kelulusan sekolah dasar, mereka tengah menandai sebuah pencapaian istimewa: menjadi generasi muda yang tumbuh bersama Al-Qur’an.

Kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan II yang digelar SDTQ Nuurul Waahid menjadi momentum syukur atas keberhasilan 20 siswa menuntaskan pendidikan dasar sekaligus perjalanan mereka dalam menghafal Kalamullah.

Satu per satu para wisudawan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka capai. Di hadapan orang tua, guru, dan para tamu undangan, lantunan ayat suci menggema dengan fasih, menghadirkan suasana yang menggetarkan hati. Bagi banyak orang tua, momen tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang yang dijalani bersama anak-anak mereka.

Di antara para wisudawan, nama Khansa Sabilal Husna Abdulloh menjadi sorotan. Siswi asal Kelurahan Sucen Juru Tengah itu berhasil meraih penghargaan sebagai Tahfidz Terbaik setelah menyelesaikan hafalan sebanyak 9 juz Al-Qur’an. Prestasi tersebut menjadi capaian luar biasa bagi seorang anak usia sekolah dasar dan bukti bahwa semangat mencintai Al-Qur’an dapat ditanamkan sejak dini.

Tak hanya unggul dalam bidang tahfidz, siswa SDTQ Nuurul Waahid juga menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Penghargaan Nilai Akademis Terbaik diraih oleh Dhiyaulhaq Hikmah Mufidah dari Kelurahan Baledono. Sementara Sabrina Aufi Munayya, siswi asal Desa Jrakah, berhasil mencatatkan prestasi istimewa dengan meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an tidak hanya membentuk karakter dan spiritualitas siswa, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berprestasi dalam bidang akademik.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para siswa berprestasi. Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Krandegan yang turut menyerahkan hadiah kepada para penerima penghargaan. Tidak hanya itu, BMT Nuurul Waahid memberikan tabungan pendidikan kepada siswa yang meraih nilai sempurna pada TKA sebagai motivasi untuk terus berprestasi.

Baca Juga :  Guru Teladan di MA An Nawawi Bisa Dapat Subsidi Kuliah S2 Hingga Umroh

Kepala SDTQ Nuurul Waahid, Ustadzah Hj. Umi Marfuah, S.Ag., dalam sambutannya mengingatkan bahwa tujuan pendidikan sejatinya bukan hanya menghasilkan siswa dengan nilai akademik tinggi. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta senantiasa mengharapkan ridha Allah SWT.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh angka dalam rapor. Akhlak, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, doa orang tua, serta keberkahan ilmu menjadi faktor penting yang turut menentukan masa depan seorang anak.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, mencintai Al-Qur’an, serta senantiasa menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupannya,” katanya.

Pesan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, yang hadir mewakili pemerintah desa. Ia memberikan apresiasi kepada para siswa, orang tua, serta seluruh tenaga pendidik yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan para siswa merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga yang sama-sama memiliki komitmen kuat dalam mendidik generasi penerus.

“Anak-anak adalah amanah sekaligus harapan masa depan. Karena itu, pendidikan mereka harus menjadi prioritas utama. Perjuangkan sekuat mungkin agar mereka memperoleh pendidikan yang terbaik dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Menjelang akhir acara, suasana semakin khidmat saat KH Syaifuddin, pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nuurul Waahid, menyampaikan tausyiah. Ia mengajak para siswa untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, dan tidak pernah berhenti menuntut ilmu.

Doa yang dipanjatkan bersama menutup rangkaian acara dengan suasana haru. Sejumlah orang tua tampak meneteskan air mata, menyaksikan anak-anak mereka melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur’an.

Di tengah berbagai tantangan zaman, SDTQ Nuurul Waahid kembali menunjukkan bahwa pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual dan spiritual mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat. Dari sebuah sekolah di Krandegan, harapan tentang masa depan yang lebih baik terus ditumbuhkan—ayat demi ayat, juz demi juz, dan langkah demi langkah.(*)