PURWOREJO, epurworejo.com – Atlet paralayang Kabupaten Purworejo, Iqbal Satya Gumilang, berhasil menunjukkan performa menjanjikan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ketepatan Mendarat Cakrawala Nusantara 2026 yang digelar di Lapangan Boro, Banjarasri, Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (4-6/9/2026), tersebut diikuti puluhan atlet paralayang dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Iqbal untuk menguji kemampuan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Bersaing dengan puluhan pilot dari berbagai provinsi, Iqbal berhasil menempati posisi kedelapan pada kategori individu. Hasil lebih menggembirakan diraihnya pada kategori beregu atau kelompok. Bersama tim GAI, Iqbal sukses meraih podium III.
“Luar biasa, kejuaraan ini cukup banyak memberikan pelajaran bagi saya. Dalam kejuaraan ini juga ada coaching clinic dari senior yang memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk pertandingan ketepatan mendarat,” kata Iqbal usai pertandingan.
Menurut Iqbal, Kejurnas tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus tolok ukur kemampuannya menjelang Porprov Jateng 2026. Terlebih, sejumlah atlet Jawa Tengah yang berpotensi menjadi pesaing juga ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
“Untuk individu, di round terakhir saya meleset. Itu menyebabkan nilai saya langsung turun jauh. Tapi alhamdulillah, yang kelompok bisa podium III,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 56 pilot tampil dalam kejuaraan tersebut dengan latar belakang daerah yang cukup beragam. Para peserta datang dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan sejumlah daerah lainnya.
Berdasarkan hasil pertandingan yang dirilis tim juri, podium pertama kategori beregu diraih kelompok Jateng Mini yang diperkuat Nicky Prayogo, Zulhusni, Syafira, dan Radella.
Podium kedua ditempati kelompok Aliansi KB, yang terdiri dari Adriansyah, Idrus, M Rival, dan Evin Maulana. Sementara podium ketiga diraih kelompok GAI, yakni Galih Gani Irawan, ALFAT Nuraga, dan Iqbal Satya.
Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Paralayang KONI Purworejo, Rachman Hendy Hidayat mengatakan, pihaknya terus berupaya mempersiapkan atlet secara maksimal untuk menghadapi Porprov Jateng 2026.
Menurutnya, Kejurnas di Kulonprogo menjadi salah satu sarana penting untuk membaca kemampuan atlet Purworejo ketika berhadapan langsung dengan para pesaing dari berbagai daerah.
“Meskipun ini baru kali pertama dan kami hanya menurunkan satu atlet, saya optimistis dengan kegigihan dan kedisiplinan atlet berlatih akan membuahkan hasil yang diharapkan,” katanya.
Hendy mengatakan, pihaknya tetap realistis dalam menentukan target Porprov. Namun, ia melihat Iqbal memiliki modal penting berupa kedisiplinan dan intensitas latihan yang tinggi.
“Jika ditanya target tentu kami akan realistis membaca di lapangan. Kejuaraan ini salah satunya. Sebagai pelatih saya melihat Iqbal memiliki disiplin yang sangat tinggi, rajin sekali berlatih dan tentu itu modal utamanya,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan Iqbal meraih podium III di kategori beregu, meski pada kategori individu berada di peringkat kedelapan, menjadi sinyal positif menjelang Porprov Jateng 2026.
“Saya tetap optimistis Porprov mendatang Iqbal akan memberikan hasil terbaik,” tegas Hendy.
Selain Iqbal, sambung Hendy, Purworejo juga mulai memiliki talenta baru di sektor putri. Salah satunya Embun Alifaturrenasian yang masih berusia 16 tahun.(*)
Embun turut ambil bagian dalam Kejurnas Ketepatan Mendarat di Kulonprogo. Bagi Hendy, keikutsertaan Embun tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal atmosfer kompetisi tingkat nasional.
“Minimal dia mulai merasakan atmosfer pertandingan seperti apa. Terus terang ini menjadi semacam oase bagi Purworejo yang sejauh ini memang belum memiliki atlet perempuan,” ungkapnya.
Hendy menyebut Embun cukup rajin berlatih dan aktif menimba ilmu dari para atlet senior. Ia berharap konsistensi tersebut terus dijaga sehingga Embun dapat berkembang menjadi salah satu andalan Purworejo di masa mendatang.
“Dia juga cukup rajin berlatih, terus menimba ilmu dari senior-seniornya. Jika bisa konsisten dan terus mendalami olahraga ini, tidak menutup kemungkinan ke depan dia bisa bicara untuk Purworejo,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, mengatakan Kejurnas Ketepatan Mendarat Paralayang 2026 digelar di Objek Wisata Giri Sembung dan Lapangan Kalurahan Banjarasri.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi atlet dari berbagai daerah, tetapi juga dikemas dalam suasana festival untuk memperkuat konsep sport tourism di Kulon Progo.
“Awalnya total peserta mencapai 75 atlet dari 10 provinsi. Kami bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dan animonya luar biasa. Ada tiga kategori, yakni individu putra, putri, dan kelompok,” jelas Sutarman.
Ia menjelaskan, nomor ketepatan mendarat membutuhkan konsentrasi dan kemampuan membaca kondisi angin. Apalagi, sebagian atlet baru pertama kali terbang di kawasan Perbukitan Menoreh sehingga menjadi pengalaman tersendiri. (*)








