Nur Hidayat Serap Aspirasi Infrastruktur, Jembatan Penghubung Desa Jadi Prioritas

PURWOREJO, epurworejo.com – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi Gerindra, Nur Hidayat Pramudyanto, menuntaskan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Grabag, Kutoarjo, dan Butuh.

Kegiatan reses dilaksanakan selama enam hari, mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2026, dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga penanganan banjir.

Dalam keterangannya, Nur Hidayat mengatakan kegiatan reses dilaksanakan di enam titik yang tersebar secara merata di wilayah Dapil IV. Dari hasil dialog dengan masyarakat, sektor pertanian menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga, terutama di wilayah selatan dan Kecamatan Butuh yang mayoritas merupakan kawasan pertanian.

“Yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah terkait kelancaran irigasi pertanian. Selain itu, ketersediaan pupuk untuk masa tanam ketiga juga menjadi perhatian warga karena saat ini sudah banyak petani yang mulai menanam padi pada musim tanam ketiga,” kata Nur Hidayat, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, perubahan pola tanam dari palawija ke padi pada sebagian wilayah memerlukan dukungan pemerintah daerah agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Oleh karena itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan sarana pendukung pertanian berupa mesin pompa air dan sumur bor untuk mengatasi kebutuhan air saat musim kemarau.

Selain persoalan pertanian, warga juga kembali menyuarakan pentingnya normalisasi Sungai Butuh yang selama ini mengalami pendangkalan. Meski usulan tersebut telah beberapa kali disampaikan, masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikannya guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir.

“Normalisasi Sungai Butuh masih menjadi kebutuhan mendesak karena terjadi pendangkalan. Ini harus terus kita perjuangkan agar segera mendapatkan perhatian,” katanya.

Baca Juga :  Fran Suharmaji : Santri Harus Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW dalam Menjalankan Kehidupannya

Aspirasi lain yang mengemuka adalah perbaikan sejumlah jembatan penghubung antardesa yang mengalami kerusakan. Salah satunya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sidomulyo dengan Tanjunganom yang dilaporkan ambrol dan membutuhkan penanganan segera.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan kembali akses penghubung antara Desa Mangunjayan dengan Kedungmulyo yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di bidang pendidikan, sejumlah warga menyampaikan kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah dasar. Aspirasi tersebut meliputi rehabilitasi hingga revitalisasi gedung sekolah yang kondisinya mulai mengalami penurunan kualitas.

“Kami menerima banyak masukan terkait fasilitas pendidikan, khususnya beberapa gedung SD yang membutuhkan perbaikan maupun revitalisasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman,” ungkapnya.

Persoalan banjir juga menjadi perhatian warga, terutama di wilayah perbatasan Kedungkamal dan Sangubanyu Kecamatan Grabag. Masyarakat menilai sebuah jembatan kecil yang berada di kawasan tersebut menjadi salah satu penyebab tersendatnya aliran air saat hujan deras.

Menurut Nur Hidayat, warga mengusulkan agar jembatan tersebut ditinggikan dan diperlebar sehingga kapasitas aliran air meningkat dan risiko banjir dapat diminimalkan.

Seluruh aspirasi yang berhasil dihimpun selama kegiatan reses, lanjutnya, akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Purworejo.

“Reses menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan yang masuk akan kami inventarisasi dan perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” jelas Nur Hidayat. (*)