PURWOREJO, epurworejo.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan desain penanganan permanen pada ruas jalan Purworejo–Sibolong yang mengalami amblas di Desa Plipir, Kecamatan Purworejo. Penanganan tersebut direncanakan menggunakan konstruksi beton untuk menopang bronjong di lokasi longsoran.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ir. A.R. Hanung Triyono, M.Si., didampingi Kepala BPJ Wilayah Magelang, Dewa Puji Santosa, ST, usai meninjau langsung lokasi jalan amblas, Minggu (29/12/2025).
“Desainnya nanti menggunakan beton untuk menyangga bronjong. Pelaksanaannya akan kita lakukan saat anggaran sudah mulai berjalan,” ujar Hanung.
Meski demikian, Hanung menyampaikan pihaknya akan berupaya melakukan langkah percepatan mengingat kejadian tersebut merupakan bencana. Menurutnya, penanganan bisa dilakukan lebih cepat setelah adanya surat pernyataan dari Bupati Purworejo.
“Kita akan coba percepat karena ini bencana. Nanti akan ada surat pernyataan dari bupati, dan itu akan segera kami tindaklanjuti,” jelasnya.
Sambil menunggu penanganan permanen, arus lalu lintas di ruas tersebut tetap dibuka secara terbatas dengan sistem satu lajur. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan.
“Untuk sementara jalannya tetap satu-satu agar tetap aman sampai dilakukan penanganan. Lokasi juga sudah kami tutup dengan terpal,” tambahnya.
Hanung mengungkapkan, longsor menyebabkan tebing jalan setinggi sekitar 18 hingga 20 meter dengan panjang mencapai 40 meter. Dari total badan jalan, sekitar setengahnya mengalami amblas sehingga lebar jalan efektif yang bisa dilalui kendaraan hanya sekitar 2,5 meter.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk pemasangan rambu-rambu peringatan serta pembatasan beban kendaraan yang melintas.
“Kami sudah koordinasi dengan pemkab untuk pemasangan rambu. Pembatasan tonase juga perlu dilakukan,” ujarnya.
Menurut Hanung, kendaraan bertonase besar memang relatif jarang melintasi ruas tersebut karena kondisi jalan yang naik turun. Namun jika ada kendaraan besar, pihaknya menyarankan untuk menggunakan jalur alternatif.
“Sebenarnya tidak terlalu banyak kendaraan besar yang lewat. Kalau ada, kita sarankan menggunakan jalur lain,” imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Hanung mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalan provinsi, meskipun secara umum kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah dalam kondisi mantap.
“Kondisi jalan provinsi saat ini mantap sekitar 94 persen. Tapi masyarakat tetap harus hati-hati, perhatikan rambu lalu lintas, dan sebaiknya menghindari melintas malam hari, apalagi saat hujan. Risikonya sangat tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor,” terang Hanung. (*)








